Featured Post

Sejarah Lengkap Kerajaan Mataram Kuno Beserta Peninggalanya

Sejarah Kerajaan Mataram Kuno Lengkap, Kehidupan Sosial, Politik dan Budaya, Nama Raja-raja Kerajaan Mataram Kuno Beserta Peninggalannya. ...

Isaac Newton ilmuwan yang sangat berpengaruh sepanjang sejarah

Isaac Newton [Sumber Gambar]
Sejak di bangku sekolah dasar mungkin anda sudah mengenal dengan berbagai bentuk gaya diantara lain adalah gaya gesek, gaya otot, gaya magnet, gaya pegas, dan juga gaya gravitasi. Gaya gravitasi merupakan gaya yang paling berpengaruh di kehidupan manusia, dengan adanya gaya gravitasi membuat benda yang dilemparkan ke atas pasti akan jatuh kembali ke bumi.

Gaya Gravitasi adalah gaya tarik bumi terhadap benda-benda yang berada di atasnya. Ada beberapa teori gravitasi yang masih dalam proses penelitian. Ada juga teori yang mengatakan bahwa ini terjadi karena adanya partikel “gravitron” di dalam setiap atom. Atau ada teori yang mengatakan karena massa bumi sangat besar berbanding benda-benda yang berada di atasnya sehingga akan menimbulkan gaya tarik.

Gaya Gravitasi ditemukan oleh Sir Isaac Newton yang merupakan seorang fisikawan, matematikawan, ahli astronomi, filsuf alam, alkimiawan, dan teolog yang berasal dari Inggris. Dia merupakan pengikut aliran heliosentris yaitu adalah model astronomi yang mana bumi mengelilingi matahari yang berada pada pusat tata surya.

Sir Isaac Newton adalah ilmuwan yang sangat berpengaruh sepanjang sejarah, bahkan dikatakan sebagai bapak ilmu fisika dunia.

  • Biografi Sir Isaac Newton
  • Nama : Sir Isaac Newton
  • Lahir : Inggris, 4 Januari 1643
  • Wafat : London, Inggris, 31 Maret 1727
  • Orang Tua : Robert Newton (ayah), Hannah Ayscough (ibu)
  • Saudara : Mary Smith, Hannah Smith Pilkington, Benjamin Smith
  • Pekerjaan : Ilmuwan

Sir Isaac Newton dilahirkan di Woolsthrope, Inggris, tepat pada hari Natal tanggal 4 Januari 1643, bertepatan tahun dengan wafatnya Galileo. Pada saat kelahirannya, Inggris pada saat itu masih menggunakan kalender Julian, sehingga hari kelahiran Isaac Newton dicatat sebagai 25 Desember 1642 pada hari Natal. Ayahnya yang juga bernama Isaac Newton meninggal tiga bulan sebelum kelahiran Newton.

Newton dilahirkan secara prematur, Newton pernah dilaporkan oleh ibunya yang bernama Hannah Ayscough, pernah berkata bahwa Newton pada saat dilahirkan dapat muat ke dalam sebuah cangkir yang berukuran 1,1 liter.

Ketika Newton berumur tiga tahun, ibunya menikah kembali dan meninggalkan Newton kecil di bawah asuhan neneknya yang bernama Margery Ayscough. Newton muda tidak menyukai ayah tirinya dan menyimpan rasa benci terhadap ibunya karena menikahi pria tersebut, seperti yang tersingkap dalam pengakuan dosanya: "Threatening my father and mother Smith to burn them and the house over them."

Newton memulai sekolah saat tinggal bersama neneknya di desa. Dan kemudian dikirimkan ke sekolah bahasa di daerah Grantham dimana dia akhirnya menjadi anak terpandai di sekolahnya.

Sejak usia 12 hingga 17 tahun, Newton mengenyam pendidikan di sekolah The King's School yang terletak di Grantham (tanda tangannya masih terdapat di perpustakaan sekolah). Keluarganya mengeluarkan Newton dari sekolah dengan alasan agar dia menjadi petani saja, bagaimanapun Newton tidak pernah menyukai pekerjaan barunya.

Kepala sekolah King's School tidak membiarkan begitu saja Newton murid terbaiknya keluar meniggalkan sekolah untuk bekerja sebagai petani. Newton yang dibantu dengan paman dan gurunya kemudian meyakinkan ibunya untuk mengirimkan Newton kembali ke sekolah untuk menamatkan pendidikanya.

Newton akhirnya dapat kembali untuk melanjutkan pendidikannya di sekolah The King's School, dan Newton dapat menamatkan sekolah pada usia 18 tahun dengan mendapat nilai yang memuaskan.

Pada saat setelah Newton menamatkan sekolahnya dan usianya beranjak dewasa, Ibunya kembali dengan harapan anaknya pulang untuk menjadi petani yang baik. Untungnya sang ibu dapat dibujuk bahwa bakat yang ia miliki tidak terletak pada bidang itu.

Pada Juni 1661, saat Newton Berusia 18 tahun Newton diterima di Trinity College Universitas Cambridge sebagai seorang sizar yaitu mahasiswa yang belajar sambil bekerja paruh waktu. Pada saat itu, ajaran universitas didasarkan pada ajaran Aristoteles seorang filsuf Yunani, murid dari Plato dan guru dari Alexander Agung.

Namun Newton lebih memilih untuk membaca gagasan-gagasan filsuf modern yang lebih maju seperti Descartes dan astronom seperti Copernicus, Galileo, dan Kepler. Pada tahun 1665, ia menemukan teorema binomial umum dan mulai mengembangkan teori matematika yang pada akhirnya berkembang menjadi kalkulus.

Segera setelah Newton mendapatkan gelarnya pada Agustus 1665, Universitas Cambridge ditutup oleh karena adanya Wabah Besar, walaupun dalam studinya di Cambridge biasa-biasa saja. Studi privat yang dilakukannya di rumahnya di Woolsthorpe selama dua tahun mendorongnya mengembangkan teori kalkulus, optika, dan hukum gravitasi. Pada tahun 1667, ia kembali ke Cambridge sebagai pengajar di Trinity.

Kisah Pohon Apel dan Teori Gravitasi

Ketika wabah penyakit sedang melanda kota Cambridge, Inggris pada tahun 1666, Isaac Newton memutuskan untuk pergi mengungsi sementara di luar kota. Suatu hari, ketika Isaac Newton sedang berjalan-jalan di taman, dia melihat sebuah apel jatuh dari pohonya. Apel tersebut jatuh begitu saja, seolah-olah diraih dari bawah oleh sebuah tangan yang tidak terlihat.

Versi lain dari cerita ini, yang lebih dramatis, buah apel tersebut jatuh tepat di atas kepala Newton ketika dia sedang tertidur beristirahat di bawah pohon apel yang rindang. Mana yang benar kita tidak tahu. Yang kita tahu, cerita tersebut dianggap menginspirasi Newton menemukan hukum gravitasi.

Cerita tersebut sungguh menarik, dan hampir semua dari kita pernah mendengarnya. Cerita tersebut tentu turut menyumbang kepercayaan kita bahwa penemuan hukum gravitasi oleh Newton adalah buah kejeniusan yang muncul mendadak.

Sesaat sebelum apel tersebut jatuh, hukum gravitasi belum ada. Apel jatuh; hukum gravitasi mulai menemukan bentuknya di benak Newton. Hanya, dan hanya seorang jenius seperti Newton yang bisa melakukannya. Tidak perlu kerja keras bertahun-tahun untuk merumuskannya.

Sayangnya, cerita apel jatuh tersebut kemungkinan adalah cerita fiktif yang dikarang oleh Voltaire.

Dan andaikata pun cerita tersebut nyata, Newton tidak serta merta menemukan teori gravitasi. Untuk menemukan hukumnya yang terkenal itu, Newton kemudian menghabiskan waktu bertahun-tahun memenuhi seluruh catatannya dengan coretan tangan dan mengukur gerakan pendulum dengan teliti.

Teori gravitasi tidaklah lahir secara instan begitu saja dalam momen singkat tersebut. Seorang Newton pun membutuhkan waktu sekitar dua puluh tahun sebelum ia berani untuk merumuskan hukumnya dalam buku Principia yang diterbitkan pada tahun 1687.

Newton sendiri mengakui dia harus berpikir terus menerus selama bertahun-tahun untuk merumuskan hukum gravitasi. Kita mengenal Newton sebagai sosok jenius, tetapi di masa mudanya, para teman-temannya mengenalnya sebagai sosok yang gigih luar biasa.

Isaac Newton menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk berpikir dan berpikir. Tidak ada seorang pun yang berpikir sekeras Newton di jamannya. Bahkan bila dia tidak “dipaksa” melakukan percobaan untuk membuktikan teori-teorinya, teman-temannya kuatir dia akan meninggal karena belajar dan berpikir tanpa henti, dan lupa menjaga tubuhnya.

Isaac Newton bahkan sering lupa untuk makan, dan dia juga benar-benar lupa untuk menikah karena Newton hidup melajang sampai akhir hayatnya.

Kegigihan Newton bisa dilihat ketika dia bertekad menguasai buku matematika karangan Rene Descartes, Geometry. Newton berkali-kali mengalami kesulitan memahami buku tersebut dan sering harus berhenti membaca setelah beberapa halaman, dan mengulangi dari awal sampai dia benar-benar memahami materinya.

Setelah itu, dia akan meneruskan beberapa halaman berikutnya sampai menemukan kesulitan lagi. Demikian seterusnya hingga di menguasai seluruh buku tersebut. Siapa yang mengatakan Newton tidak perlu belajar lebih keras dari kita? Newton pun jelas tetap membutuhkan kerja keras untuk belajar.

Kita jelas harus mengakui Newton adalah seorang jenius dan hampir semua orang sepakat menempatkannya sebagai ilmuwan paling berpengaruh dalam sejarah umat manusia.

Seperti yang ditulis oleh teman karibnya, Alexander Pope di batu nisan Newton: "Tuhan menciptakan Newton, dan terkuaklah hukum-hukum alam". Kita memang layak mengagumi karya-karya Newton. Namun semoga sekarang kita bisa mengagumi sesosok jenius tersebut karena buah kerja keras dan kegigihannya yang tak kunjung henti.

0 Response to "Isaac Newton ilmuwan yang sangat berpengaruh sepanjang sejarah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel