Featured Post

Sejarah Lengkap Kerajaan Mataram Kuno Beserta Peninggalanya

Sejarah Kerajaan Mataram Kuno Lengkap, Kehidupan Sosial, Politik dan Budaya, Nama Raja-raja Kerajaan Mataram Kuno Beserta Peninggalannya. ...

Sejarah Penemuan Pil Kontrasepsi (Pil KB) Sebagai Obat Kelainan Menstruasi

Pil Kontrasepsi Zorane [Sumber Gambar]
Pil KB merupakan sebuah obat yang di konsumsi atau di gunakan sebagai bentuk pencegahan terhadap kehamilan seorang perempuan ketika setelah melakukan hubungan intim. Pil KB di gunakan atau di konsumsi secara per-oral atau per-kontrasepsi.

Sedangkan Pengertian dari Kontrasepsi adalah sebuah metode atau alat yang digunakan untuk mencegah terjadinya kehamilan. Pada era sekarang ini sudah terdapat beberapa jenis kontrasepsi yang sudah digunakan di masyarakat luas, yang mana dari masing-masing kontrasepsi memiliki manfaat dan kekurangan tersendiri.

Berbagai jenis kontrasepsi yang sudah banyak beredar seperti Pil KB, Kondom Pria, Suntik KB, Implan, IUD (intrauterine device), Kondom Wanita, Spermsida, Diafragma, Cervical cap, Koyo Ortho Evra, dan Cincin Vagina. Dari beberapa jenis kontrasepsi tersebut masing-masing memiliki kelebihan yang berbeda misal dari segi harga, masa pemakaian, perawatan, dan akses untuk mendapatkannya.

Setelah mengetahui apa itu Pil Kontrasepsi dan pengertian Kontrasepsi maka selanjutnya adalah untuk membahas Sejarah bagaimana terciptanya pil kontrasepsi untuk pertama kalinya.

Oke untuk pembahasan lebih lanjut tentang Sejarah mari kita bahas bersama Lets Go......

Sejarah Kontrasepsi

Kontrasepsi pertama kali digunakan oleh penduduk mesir sejak tahun 1550 SM. Pada sebuah naskah Mesir yang disebut dalam Eber Papyrus yang merupakan sebuah jurnal ilmiah kedokteran nasional, terdapat sebuah catatan terkait anjuran kepada kaum perempuan untuk mencampurkan akasia dengan cairan madu kemudian mengoleskannya diatas wol untuk digunakan sebagai alat pencegah kehamilan atau kontrasepsi.

Pada sekitar tahun 1700, Seorang pria bernama Casanova seorang yang ahli tentang perempuan dan petualang seks. Casanova kemudian melakukan sebuah eksperimen untuk membuat kondom, Casanova membuat kondom dengan menggunakan kandung kemih domba yang kemudian dipakai untuk menutupi serviks.

Sedangkan pada tahun 1839 Charles Goodyear yang merupakan seorang yang berkebangsaan Amerika Serikat yang menciptakan teknologi yang disebut dengan vulkanisir karet, kemudian penemuannya itu digunakan untuk membuat kondom karet untuk mengganti kondom yang menggunakan kandung kemih domba, selain itu juga diciptakan alat kontrasepsi dalam rahim, dan beberapa alat kontrasepsi lainnya yang terbuat dari bahan karet.

Kemudian pada tahun 1880 dikembangkannya teknologi servical cap dengan ukuran yang cukup besar, servical cap inilah yang kemudian akan berkembang menjadi diafragma. Servical cap merupakan kontrasepsi yang berfungsi sebagai penghalang yang dimasukkan ke dalam vagina dan berfungsi untuk mencegah sperma untuk masuk ke dalam saluran reproduksi wanita.

Pada 1951, peneliti hormon mulai dilakukan Gregory Pincus dari Worcester Foundation for Experimental Biology. Gregory Pincus adalah seorang endokrinolog yaitu cabang ilmu kedokteran yang menangani penyakit pada sistem endokrin serta sekresi yang lebih spesifiknya disebut dengan hormon. Pada waktu itu Groegory Pincus sedang menemui Margaret Sanger dalam satu acara makan malam di Manhattan dengan tuan rumah Abraham Stone, direktur medis dan wakil presiden Planned Parenthood Federation of America (PPFA).

Pada tahun 1937 riset Gregory Pincus diperluas pada temuan-temuan dengan melakukan ovulasi pada kelinci. Abraham Stone juga turut membantu Pincus untuk mendapat hadiah kecil dari PPFA untuk dapat melakukan riset terhadap kontrasepsi hormonal yang dapat dikelola melalui alat injeksi ataupun mengkonsumsi sejenis obat atau pil.

Kontrasepsi Kedalam Bentuk Pil

Pekerjaan yang dijalani oleh Gregory Pincus tidaklah dapat berjalan dengan lancar, ia terpaksa untuk menghentikan sejenak proyeknya itu yang dikarenakan tidak tersedianya dana. kemudian di lain sisi tanpa sepengetahuan dari Pincus ataupun Sanger, seorang ahli kimia bernama Carl Djerassi dan staf Syntex di Mexico City, mereka telah berhasil untuk mengembangkan pil progesteron yang efektif. Kemudian di Searle, Frank Colton juga telah berhasil untuk mengembangkan senyawa oral yang efektif yang juga memiliki fungsi sebagai anti ovulent, disebut norethynodrel.

Sementara itu, Pincus mengetahui bahwa ginekolog John Rock yang dilakukan di Harvard telah berhasil menguji kontrasepsi oral. Lagi-lagi figur kuncinya adalah Margaret Sanger, yang saat itu sudah berusia 74 tahun. Sanger memperkenalkan Pincus kepada teman lama dan pendukungnya dari Katharine Dexter McCormick yang merupakan seorang aktivis Keluarga berencana amerika serikat.

Katharine Dexter McCormick  adalah seorang suffragist AS, filantropis, dan ia kemudian menjadi seorang ahli waris setelah kematian suaminya, Katharine Dexter McCronick juga merupakan seorang perempuan pertama yang lulus dengan gelar sains dari Massachusetts Institute of Technology terletak di kota Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat.

Katharine Dexter McCormick mendanai sebagian besar penelitian yang diperlukan untuk mengembangkan pil KB pertama, ia menulis pada selembar cek dengan nilai $40.000 yang diberikan kepada Gregory Pincus yang bekerja sama dengan John Rock, dengan melakukan kerjasama dan mendapat pendanaan maka proyek tersebut dapat berjalan dengan lancar.

Sampai dada 1954, di bawah samaran studi tentang pferitlitas, Gregory Pincus dan John Rock memulai pengujian pertama hasil penelitian merekan yaitu pil kontrasepsi yang diberikan kepada 50 perempuan di Brookline, Massachusets, Amerika Serikat. Negara bagian Amerika Serikat ini memiliki sebuah undang-undang anti pengendalian-kelahiran yang sangat restriktif. Pil itu sendiri adalah norethynedrol yang disediakan oleh Searle.

Uji coba yang dilakukan Brookline pada saat itu membuktikan sesuatu hasil yang konklusif. Tak seorang pun yang menjadi percobaan pil tersebut dari 50 perempuan yang dibuahi saat setelah minum pil tersebut. Setelah keberhasilan dari penelitiannya itu Pincus dan Rock selanjutnya memperbaiki pil tersebut dan memberinya nama kepemilikan Enovid. Uji coba pil tersebut selanjutnya di uji kembali yang berlangsung di Puerto Rico, Haiti, Meksiko, dan Los Angeles.

Saat kabar keberhasilan tentang obat Kontasepsi sampai kepada publik dan Enovid mulai dijual sebagai obat terapi untuk mengatasi ketidakteraturan siklus menstruasi yang dialamai oleh perempuan dengan peringatan bahwa obat ini mencegah terjadinya pembuahan, lebih dari sejuta perempuan menikah Amerika mengaku mengalami penyakit ketidakteraturan menstruasi ini dan meminta dokter mereka menyediakan obat tersebut.

Sebuah studi terbaru yang dilakukan dalam waktu yang terhitung lebih dari 40 tahun yang dilakukan  terhadap 46000 wanita, menemukan bahwa seorang wanita yang mengkunsumsi pil KB memiliki hidup lebih lama dan lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal dunia lebih awal, karena beberapa sebab yang berasal dari penyakti termasuk kanker dan penyakit jantung. Setelah beberapa dekade di lewati, tepatnya pada tahun 2010, sekitar 100 juta wanita di seluruh dunia telah menggunakan pil KB.

Demikianlah pembahasan dari artikel yang berjudul tentang Sejarah Semoga dapat bermanfaat.

BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGHARGAI JASA-JASA PAHLAWANNYA.

0 Response to "Sejarah Penemuan Pil Kontrasepsi (Pil KB) Sebagai Obat Kelainan Menstruasi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel