Featured Post

Sejarah Lengkap Kerajaan Mataram Kuno Beserta Peninggalanya

Sejarah Kerajaan Mataram Kuno Lengkap, Kehidupan Sosial, Politik dan Budaya, Nama Raja-raja Kerajaan Mataram Kuno Beserta Peninggalannya. ...

Sejarah Sunan Gresik

Sunan Gresik [Sumber Gambar]

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat Pagi, Selamat Siang, dan Selamat Malam buat kalian semua....

Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang Sejarah Sunan Gresik yaitu Syeikh Maulana Malik Ibrahim yang merupakan salah satu dari 9 anggota Wali Songo yang memiliki peran penting dalam menyebarkan agama Islam di Nusantara.

Syeikh Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik di anggap sebagai orang yang pertama kali datang ke Indonesia untuk menyebarkan ajaran agama islam di tanah jawa. Beliau mengajarkan masyarakat cara-cara baru dalam bertani atau bercocok tanam dan banyak merangkul rakyat terutama pada golongan masyarakat jawa yang tersisihkan akibat dari berakhirnya kekuasaan kerajaan Majapahit.

Oke untuk pembahasan lebih lanjut tentang Sejarah Sunan Gresik mari kita bahas bersama Lets Go......

Biografi Sunan Gresik

  • Nama Asli: Maulana Malik Ibrahim.
  • Nama Ibu: -
  • Wilayah Dakwah Sunan Gresik: Gresik, Jawa Timur.
  • Peninggalan Sunan Gresik: Masjid Malik Ibrahim di Leran, Gresik, Jawa Timur.
  • Tahun Wafatnya: 1419 masehi.
  • Makam Sunan Gresik: Desa Gapura Wetan, Gresik.

Menurut sejarah Wali Songo inti pokok dari kisah perjuangan Sunan Gresik dalam menyebarkan ajaran agama Islam di Nusantara adalah untuk menghapuskan atau menghilangkan sistem kasta yang terdapat pada masyarakat Indonesia. Karena sistem kasta itu sangat tidak sesuai dengan ajaran agama islam yang menyatakan bahwa semua manusia itu memiliki status yang sama di mata Allah SWT, yang membedakan setiap manusia dengan manusia yang lain hanyalah pada amal dan ibadahnya saja.

Asal Usul Keturunan Sunan Gresik

Berdasarkan dari catatan sejarah Wali Songo, Sunan Gresik Syeikh Maulana Malik Ibrahim merupakan keturunan dari Nabi Muhammad SAW yang ke 22. Sunan Gresik merupakan orang yang pertama kali memulai menyebar luaskan ajaran agama Islam di pulau Jawa di akhir era kekuasaan dari kerajaan Majapahit, yang tengah mengalami keruntuhan.

Meki tidak terdapat kelengkapan sejarah dan bukti yang jelas untuk meyakinkan mengenasi asal keturunan dari Syeikh Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik, meskipun demikian pada umumnya Sunan Gresik dianggap bukanlah orang pribumi asli yang berasal dari Jawa. Sunan Gresik diberikan nama sebutan sebagai Syekh Maghribi oleh masyarakat yang diberikan kepadanya, yang kemungkinan nama Syekh Maghribi dapat di tafsirkan bahwa beliau berasal dari wilayah Arab Maghrib yang  terletak di kawasan Afrika Utara.

Juga ada yang menyebutkan bahwa Sunan Gresik Syeikh Maulana Malik Ibrahim berasal dari negara Turki dan beliau pernah mengembara ke wilayah Gujarat (India) sehingga membuat Sunan Gresik cukup berpengalaman menghadapi orang-orang yang beragama Hindu di pulau Jawa. Gujarat adalah wilayah negara Hindia yang memiliki Mayoritas penduduk menganut agama Hindu.

Dahulu sebelum Sunan Gresik Syekh Maulana Malik Ibrahim datang ke Pulau Jawa untuk menyebarkan ajaran agama Islam di Nusantara. Sebenarnya pada waktu itu di pulau jawa sudah terdapat sebagian masyarakat yang telah memeluk agama islam di daerah sekitar pantai utara, termasuk di desa Leran.

Hal itu dapat diketahui dengan ditemukannya sebuah bukti peninggalan yang berupa makam seorang wanita bernama Fatimah Binti Maimun yang meninggal pada tahun 1082 M atau tahun 475 Hijriah.

Jadi berdasarkan bukti tersebut dapat disimpulkan bahwa agama Islam sudah ada di pulau jawa sebelum jaman Wali Songo. Tepatnya di daerah sekitar Jepara dan Leren. Tetapi ajaran agam Islam yang ada pada saat itu masih belum berkembang dan menyebar secara luas.

Dakwah Sunan Gresik di Tanah Jawa

Tujuan utama dari Sunan Gresik ke tanah Jawa adalah untuk menyiarkan agama Islam yang belum terlalu banyak dipeluk dan diketahui oleh masyarakat Jawa. Tempat yang pertama kali yang menjadi kunjungan dari sunan Gresik adalah desa Sembalo. Namun, pada saat ini nama desa Sembalo berubah nama menjadi daerah Leran, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Setelah sunan Gresik telah sampai di desa Manyar, Sunan Gresik segera membangun sebuah masjid sebagai tempat beliau melakukan dakwah kepada masyarakat.

Cara yang dilakukan pertama kali oleh Sunan Gresik adalah beliau melakukan pendekatan kepada masyarakat daerah setempat melalui pergaulan. Sunan Gresik senantiasa menggunakan tata bahasa yang ramah yang diperlihatkannya dalam setiap pergaulan. Sunan Gresik tidak langsung menentang agama dan kepercayaan penduduk asli, melainkan hanya mengedepankan akhlak mulia seperti yang telah dicontohkan  oleh Nabi Muhammad saw. Berkat keramahan yang dilakukan oleh sunan Gresik dalam pergaulan dan menyampaikan dakwah nya, membuat banyak masyarakat yang tertarik dengan agama Islam.

Strategi Dakwa Sunan Gresik

Selain berdakwah, Sunan Gresik juga melakukan kegiatan perdagangan. Sehingga membuat sunan Gresik dapat melakukan interaksi dengan masyarakat banyak dan membuatnya lebih mudah dalam menyebarkan agama Islam. Selain itu, raja dan para bangsawan juga ikut serta dalam kegiatan jual beli.

Setelah Sunan Gresik telah mapan di dalam kalangan masyarakat, Sunan Gresik kemudian berkunjung ke ibu kota Kerajaan Majapahit yang terletak di wilayah Trowulan. Meskipun Raja Majapahit tidak masuk agama Islam, dia tetap menerima Sunan Gresik dengan baik. Bahkan memberikan sebidang tanah di tepian kota Gresik kepada sunan Gresik. Wilayah pemberian dari raja Majapahit itulah yang sekarang dikenal dengan desa Gapura.

Dalam mencari kader-kader penyiar agama Islam, Sunan Gresik membuka pondok pesantren yang menjadi tempat yang berfungsi untuk mendidik pemuka agama Islam di masa selanjutnya. Hal ini mirip dengan gaya Biksu Hindu yang mendidik para cantrik di mandalanya. Hingga pada saat ini makam Sunan Gresik Syeikh Maulana Malik Ibrahim masih diziarahi orang-orang yang menghargai usahanya dalam menyebarkan agama Islam berabad-abad yang silam. Setiap malam Jumat Legi, masyarakat setempat sealu berkunjung untuk berziarah.

Wafatnya Sunan Gresik

Sunan Gresik wafat setelah selesai membangun dan menata pondokan sebagai tempat untuk belajar agama islam di Leran, Syeh Maulana Malik Ibrahim wafat tahun 1419. Makamnya kini terletak di desa Gapura, Gresik, Jawa Timur.

Peninggalan Sunan Gresik

Peninggalan dari Sunan Gresik adalah sebagai beriskut:

1. Masjid Pesucinan, Peninggalan Sunan Gresik sebagai Masjid Tertua di Tanah Jawa

Masjid pesucinan yang terletak di wilayah Gresik Jawa Timur, merupakan sebuah bangunan masjid tertua di Pulau Jawa yang dibangun oleh Syekh Maulana Malik Ibrahim atau sunan Gresik. Dahulu kala dalam perjalanan dakwahnya, Sunan Gresik singgah di Desa Leran Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik  yang dahulu wilayah tersebut masih berada dalam kekuasaan kerajaan Majapahit.

Dalam masa itulah masjid ini dibangun sebagai simbol penyiaran Agama Islam di wilayah Gresik. Memang tak banyak cerita tentang peninggalan dari Sunan Gresik ini. Nama pesucinan sendiri, dimaksudkan untuk mensucikan masyarakat desa setempat yang dulunya mayoritas beragama Hindu Budha.

Masjid Pesucinan ini dicatat dalam sejarah sebagai bangunan masjid yang tertua karena daerah yang pertama kali yang di singgahi oleh sunan Gresik merupakan desa Sembolo pada tahun 1389 masehi yang berada dalam kekuasaan kerajaan majapahit, yang sekarang berubah menjadi desa Leran, yang terletak sembilan kilometer dari pusat Kota Gresik. Di sisi utara masjid Pesucinan sampai kini masih ditemukan bebatuan arsenik yang merupakan sebuah peninggalan dari masa kejayaan Masjid Pesucinan. Bahkan, ada satu batu besar yang terletak tepat di depan pagar Masjid Pesucian di sisi timur, yang dipercaya pada zaman dahulu merupakan bekas batu tempat berlabuhnya kapal.

2. Air Sumur Peninggalan Sunan Gresik Sebagai Air Penyembuhan

Selain masjid Pesucinan, terdapat satu lagi peninggalan dari perjalan dakwah Sunan Gresik yang tak kalah menarik, yaitu Air Sumur yang terdapat di dalam Masjid Pesucinan yang diyakini oleh warga sebagai air ajaib yang juga dipercaya oleh Pakar Spiritual sebagai air yang mampu menyembuhkan berbagai jenis penyakit.

Uniknya, sumber air yang keluar dari dalam sumur ini sangat besar dan rasanya tawar, tidak seperti sumur-sumur lain di wilayah desa ini yang semua sumber air terasa asin. Peninggalan Sunan Gresik ini begitu ajaib karena pernah suatu ketika ada seseorang yang berasal dari Gresik yang mengalami sakit fisik yang sudah lama ia derita. Ia sudah berobat kemana saja ternyata tak kunjung sembuh. Hingga suatu saat ia datang kepada seorang Pakar Ilmu Spiritual bernama Kang Masrukhan dan dia dianjurkan untuk mengambil air sumur peninggalan Syech Maulana Malik Ibrahim di Gresik, Jawa Timur.

Dengan dibarengi doa spiritual jarak jauh yang dilakukan Kang Masrukhan, luar biasa orang tersebut berangsur-angsur sembuh. Kang Masrukhan mengatakan bahwa wilayah masjid Pesucinan dan seluruh areanya mengandung energi aura positif yang sangat besar. Hal ini karena kekuatan doa yang pernah dipanjatkan di dalam bangunan suci tersebut.

Sumbar Referensi: informazone.com
                               walisembilan.com


Demikianlah pembahasan dari artikel yang berjudul tentang Sejarah Sunan Gresik Semoga dapat bermanfaat.

BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGHARGAI JASA-JASA PAHLAWANNYA.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Sejarah Sunan Gresik"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel