Featured Post

Sejarah Lengkap Kerajaan Mataram Kuno Beserta Peninggalanya

Sejarah Kerajaan Mataram Kuno Lengkap, Kehidupan Sosial, Politik dan Budaya, Nama Raja-raja Kerajaan Mataram Kuno Beserta Peninggalannya. ...

Sejarah Sunan Bonang Lengkap

Sunan Bonang [Sumber Gambar]

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat Pagi, Selamat Siang, dan Selamat Malam buat kalian semua....

Pada artikel kali ini kita akan membahas Sejarah Sunan Bonang secara lengkap. Sunan Bonang merupakan seorang sunan yang termasuk dalam golongan Wali Songo, yaitu Sembilan orang sunan yang merupakan wali allah yang sangat berjasa dalam penyebaran agama Islam di Nusantara.

Sembilan orang sunan yang termasuk dalam Wali Songo adalah Sunan Gresik, Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Kali Jaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, Sunan Gunung Jati. Sembilan wali tersebut sangatlah berjasa dalam menyebarkan dakwah agama Islam di berbagai wilayah di Pulau Jawa.

Oke untuk pembahasan lebih lanjut tentang Sejarah Sunan Bonang mari kita bahas bersama Lets Go......

Biografi Sunan Bonang


  • Nama Asli Sunan Bonang: Maulana Makdum Ibrahim.
  • Kakek: Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik)
  • Ayah: Raden Rahmat (Sunan Ampel)
  • Ibu: Dewi Chandrawati (Nyi Ageng Manila)
  • Wilayah Dakwah Sunan Bonang: Tuban, Jawa Timur.
  • Peninggalan Sunan Bonang: Alat musik tradisional gamelan yang berisi bonang, bende dan kenong. Juga perkenalkan gapura yang berarsitektur tema islam.
  • Tahun Wafatnya: 1525 M.
  • Makam Sunan Bonang: Tuban, Jawa Timur.

Sunan Bonang merupakan salah seorang Sunan yang berasal dari daerah tuban dan termasuk dalam 9 nama-nama Sunan dalam anggota Wali Songo. Sunan Bonang adalah putra dari Sunan Ampel, dan merupakan keturunan yang ke-23 dari Nabi Muhammad SAW.

Sunan Bonang adalah putra dari Sunan Ampel dengan Ibu bernama Nyai Ageng Manila, putri adipati Tuban bernama Arya Teja. Sunan Bonang banyak melakukan dakwah melalui kesenian daerah untuk menarik simpati penduduk Jawa khususnya di tuban agar masyarakat dapat memeluk agama Islam dengan senang hati dan damai.

Sunan Bonang dikatakan sebagai penggubah penyusun tembang suluk Wijil dan tembang Tombo Ati, yang masih sering dinyanyikan oleh masyarakat di tanah jawa. Pembaharuannya terdapat pada gamelan Jawa dengan memasukkan rebab dan bonang yang merupakan alat musik daerah, yang sering dihubungkan dengan nama dari Sunan Bonang sendiri.

Berikut adalah Silsilah Sunan Bonang dari Nabi Muhammad SAW.

  • Sunan Bonang (Makdum Ibrahim) bin
  • Sunan Ampel (Raden Rahmat)
  • Sayyid Ahmad Rahmatillah bin
  • Maulana Malik Ibrahim bin
  • Syekh Jumadil Qubro (Jamaluddin Akbar Khan) bin
  • Ahmad Jalaludin Khan bin
  • Abdullah Khan bin
  • Abdul Malik Al-Muhajir (dari Nasrabad,India) bin
  • Alawi Ammil Faqih (dari Hadramaut) bin
  • Muhammad Sohib Mirbath (dari Hadramaut) bin
  • Ali Kholi' Qosam bin
  • Alawi Ats-Tsani bin
  • Muhammad Sohibus Saumi'ah bin
  • Alawi Awwal bin
  • Ubaidullah bin
  • Muhammad Syahril
  • Ali Zainal 'Abidin bin
  • Hussain bin
  • Ali bin Abi Thalib (dari Fatimah az-Zahra binti Muhammad SAW)

Asal Usul Sunan Bonang

Menurut berbagai sunmber sejarah yang telah ditemukan disebutkan bahwa Sunan Bonang memiliki nama asli yaitu Syekh Maulana Makdum Ibrahim. Syekh Maulana Makdum Ibrahim merupakan salah satu putera dari Sunan Ampel dan Dewi Condrowati yang sering disebut Nyai Ageng Manila.

Ada yang mengatakan bahwa Dewi Condrowati itu merupakan seorang puteri dari Prabu Kertabumi. Dengan demikian menjadikan Raden Makdum atau Sunan Bonang ini adalah seorang Pangeran dari kerajaan Majapahit karena ibunya adalah seorang puteri dari Raja kerajaan Majapahit dan ayahnya menantu Raja dari kerajaan Majapahit.

Sunan Bonang sebagai seorang wali yang disegani dan dianggap sebagai seorang Mufti atau pemimpin agama di tanah jawa, tentu saja Sunan Bonang mempunyai ilmu agama yang sangat tinggi yang telah beliau kuasai. Sejak kecil Raden Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang sudah diberikan pendidikan dan pelajaran agama Islam secara tekun dan disiplin.

Suatu hari disebutkan bahwa Raden Makdum Ibrahim dan Raden Paku sewaktu beliau masih berusia remaja untuk meneruskan pelajaran mendalami agama islam hingga sampai ke tanah seberang, yaitu negeri pasai, aceh.

Raden Makdum Ibrahim dan Raden Paku kemudian menimba ilmu  pengetahuan kepada ayah kandung dari Raden Paku yang bernama Syekh maulana ishaq. Mereka berdua juga berguru dan belajar kepada para ulama besar yang sedang singgah atau menetap di negeri pasai, seperti para ulama tasawuf yang berasal dari baghdad, mesir, arab, persia atau iran.

Raden Makdum Ibrahim dan Raden Paku pulang kembali menuju ke jawa setelah rampung belajar di negeri pasai. Raden Paku kembali kembali ke gresik dengan mendirikan pesantren di Giri sehingga terkenal sebagai Sunan Giri. Sementara itu, Raden Makdum Ibrahim diperintahkan oleh ayahnya yaitu sunan ampel untuk berdakwah di wilayah Tuban. Dalam menjalankan dakwahnya, Raden Makdum Ibrahim sering mempergunakan kesenian tradisional yang beliau gunakan untuk menarik perhatian rakyat, yaitu berupa seperangkat gamelan yang disebut dengan sebutan "bonang”.

Bonang merupakan nama dari sejenis alat musik yang terbuat dari kuningan yang bagian tengahnya dibuat lebih lebih menonjol. Apabila benjolan pada lat musik bonang itu dipukul dengan menggunakan kayu lunak, maka akan mengeluarkan suara yang merdu terdengar di telinga penduduk setempat.

Terlebih lagi bila Raden Makdum Ibrahim sendiri yang membunyikan alat musik bonang tersebut. Raden Makdum Ibrahim adalah seorang wali yang mempunyai cita rasa seni yang tinggi. Jika beliau memukul dan membunyikan alat itu, maka pengaruhnya sangat hebat bagi para pendengarnya. Dan, tidak sedikit dari mereka yang telah mendengarkan bunyi bonang yang dibuat oleh raden makdum ibrahim dan tak sedikit warga yang ingin belajar membunyikan bonang, sekaligus melagukan berbagai tembang ciptaan beliau.

Begitulah cara berdakwah yang dilakukan oleh Raden Makdum Ibrahim yang beliau lakukan dengan penuh kesabaran. Setelah hati rakyat berhasil direbut simpatinya, beliau tinggal menyiapkan ajaran islam dalam berbagi tembang kepada mereka. Dan, seluruh tembang yang diajarkannya adalah tembang yang berisikan ajaran agama islam. Maka, tanpa terasa penduduk sudah mempelajari agama islam dengan senang hati dan bukan dengan paksaan. Oleh karena itulah raden makdm ibrahim disebut sebagai Sunan Bonang.

Dakwa Sunan Bonang
Dakwah yang dilakukan oleh Sunan Bonang dalam menyebarkan agama Islam di pulau Jawa, khususnya di wilayah tuban mengikuti jejak dari ayahnya  sendiri yaitu Sunan Ampel yakni dengan mendirikan pondok pesantren di daerah Tuban. Di pondok pesantren inilah Sunan Bonang mendidik murid dan kader-kader Islam yang akan turut terjun dalam menyiarkan dakwah agama Islam ke seluruh Pulau Jawa.

Selain menjadikan pondok pesantren di Tuban sebagai basis wilayah dakwah, Sunan Bonang juga menyebarkan agama Islam dengan cara berkeliling ke berbagai tempat. Sunan Bonang dalam menyebarkan ajaran agama Islam beliau banyak menggunakan karya sastra berupa carangan pewayangan dan suluk atau tembang tamsil.

Beberapa carangan pewayangan dibuat sendiri oleh Sunan Bonang ataupun digubah bersama Sunan Kalijaga. Diantaranya yaitu Petruk Dadi Ratu, Layang Kalimasada, Dewa Ruci, Pandu Pragola, Semar Mbarang Jantur, Mustakaweni, Begawan Ciptaning, Obong Bale Sigala-gala, Wahyu Widayat, Kresna Gugah, dan lain-lain. Adapun karya sastra yang digubahnya adalah Kitab Bonang (Suluk Sunan Bonang), Suluk Wujil, Suluk Khalifah, Suluk Kaderesan, Suluk Regol, Suluk Bentur, Suluk Wasiyat, Suluk Pipiringan, Gita Suluk Latri, Gita Suluk Linglung, Gita Suluk ing Aewuh, Suluk Jebeng, Suluk Wregol, dan lain-lain. Suluk- suluk tersebut berisi pengalaman Sunan Bonang menempuh jalan tasawuf.

Strategi Dakwah Sunan Bonang

Dalam melakukan dakwahnya Sunan Bonang sering menggunakan kesenian rakyat yang beliau gunakan untuk  menarik simpati dari hati masyarakat tuban. Sunan Bonang memahami bahwa dakwah melalui kesenian adalah suatu cara yang tepat untuk menarik minat dan perhatian, maka beliau mempelajari kesenian Jawa antara lain seni bonang. Bonang adalah sejenis alat musik tradisional yang terbuat dari kuningan yang bagian tengahnya berbentuk lonjong, bila bagian itu dipukul dengan kayu lunak maka akan muncul suara yang merdu.

Setiap Sunan Bonang membunyikan alat musik tersebut pasti banyak penduduk yang berdatangan yang ingin mendengarkan sekaligus menyaksikan Sunan Bonang memainkan bonang serta melantunkan tembang.

Tembang-tembang yang diajarkan oleh Sunan Bonang berisikan nilai-nilai keislaman sehingga tanpa terasa penduduk sudah mempelajari agama Islam dengan senang hati tanpa paksaan. Sunan Bonang membuat tembang yang dikenal dengan tembang nama Tombo Ati yang berarti penyembuh hati.


Sumber Referensi: www.ceritaislami.net
                               www.gomuslim.co.id


Demikianlah pembahasan dari artikel yang berjudul tentang Sejarah Sunan Bonang Semoga Lengkap dapat bermanfaat.

BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGHARGAI JASA-JASA PAHLAWANNYA

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Sejarah Sunan Bonang Lengkap"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel