Featured Post

Sejarah Lengkap Kerajaan Mataram Kuno Beserta Peninggalanya

Sejarah Kerajaan Mataram Kuno Lengkap, Kehidupan Sosial, Politik dan Budaya, Nama Raja-raja Kerajaan Mataram Kuno Beserta Peninggalannya. ...

Sejarah Sumpah Pemuda Beserta Maknanya


Sumpah Pemuda [Sumber Gambar]
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat Pagi, Selamat Siang, dan Selamat Malam buat kalian semua....

Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang sejarah Sumpah Pemuda yang diperingati pada tanggal 28 Oktober. Tanggal 22 Oktober merupakan sebuah peristiwa yang sangat penting dalam sejarah pergerakan, menuju kemerdekaan bangsa Indonesia. Sumpah atau ikrar yang diucapkan oleh pemuda-pemuda Indonesia inilah yang menjadi sebuah bentuk dukungan yang menjadi penyemangat bangsa Indonesia demi tercapai nya kemerdekaan bangsa.

"Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia" ( Soekarno). Dari kutipan presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno tersebut dapat kita ketahui betapa hebatnya pemuda-pemuda Indonesia kala itu.

Sumpah pemuda adalah sebuah ikrar atau janji yang diucapkan oleh kaum pemuda Indonesia untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia yang Merdeka. Sumpah pemuda tidak lah lahir dan muncul begitu saja, melainkan melalui proses-proses yang melandasi para pemuda Indonesia untuk bersatu dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Oke untuk pembahasan lebih lanjut tentang Sejarah Sumpah Pemuda mari kita bahas bersama Lets Go......

Sejarah Sumpah Pemuda

Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap tanggal 28 Oktober setiap tahunnya sebagai bentuk kesadaran bersama sebagai warga negara Indonesia untuk bersatu dalam satu tanah air, bangsa, dan bahasa.

Peristiwa Soempa Pemoeda atau Sumpah Pemuda merupakan sebuah pengakuan dari para pemuda dan pemudi Indonesia yang mengikrarkan atau mengucapkan janji-janji untuk bersatu meraih kemerdekaan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa.

Sumpah Pemuda pertama kali di bacakan pada tanggal 28 Oktober pada tahun 1928 yang merupakan hasil rapat dari Kongres Pemuda II Indonesia yang hingga pada saat ini setiap tanggal 28 Oktober diperingati sebagai hari sumpah pemuda.

Para pencetus sumpah pemuda tetap pemuda biasa dari sekumpulan Mahasiswa yang bertempat tinggal di rumah kos di jalan kramat 106, yang kini telah menjadi sebuah kawasan Museum Sumpah Pemuda. Layaknya pada anak muda biasa, para mahasiswa ini mendiskusikan tentang berbagai topik pembicaraan termasuk juga tentang cinta, dan wanita. Selain itu mereka juga bekerja sama untuk saling mengumpulkan uang yang digunakan untuk membeli kopi dan sate atau soto sebagai teman mereka untuk berdiskusi.

Rapat Kongres Pemuda II dilakukan dalam tiga sesi dan di tiga tempat berbeda oleh organisasi Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia yang dikenal dengan (PPPI). PPPI memiliki nggota pelajar yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia. Kongres tersebut dihadiri oleh berbagai wakil organisasi kepemudaan yaitu Jong Java, Jong Batak, Jong Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, dsb serta pengamat dari pemuda tiong hoa seperti Kwee Thiam Hong, John Lauw Tjoan Hok, Oey Kay Siang dan Tjoi Djien Kwie.

Rapat pertama pada Kongres Pemuda II diadakan pada hari Sabtu tanggal 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein yang pada saat ini adalah Lapangan Banteng. Dalam sambutannya, ketua PPPI yaitu Sugondo Djojopuspito berharap kongres pemuda II ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian dari Moehammad Yamin yang menjelaskan tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurut Moehammad Yamin ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan rakyat Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.

Rapat kedua Kongres Pemuda II diadakan pada hari Minggu tanggal 28 Oktober 1928, di tempat Gedung Oost-Java Bioscoop, pada rapat kedua ini membahas tentang masalah pendidikan. Kedua pembicara pada saat itu adalah Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, yang berpendapat bahwa anak harus diwajibkan mendapatkan pendidikan tentang kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis agar memiliki pandangan hidup yang mengutarakan persamaan hak dan kewajiban.

Pada ketiga Kongres Pemuda II yang merupakan rapat penutup dilaksanakan di gedung Indonesische Clubgebouw yang berada di Jalan Kramat Raya 106, pada rapat ini Sunario menjelaskan tentang pentingnya pendidikan dan rasa nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan pendapatnya tentang, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan untuk merai cita-cita.

Panitia Kongres Pemuda II adalah :

  • Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)
  • Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
  • Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
  • Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
  • Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
  • Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
  • Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)
  • Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)
  • Pembantu V : Rochjani Soe'oed (Pemoeda Kaoem Betawi)

Peserta :

  • Abdul Muthalib Sangadji
  • Purnama Wulan
  • Abdul Rachman
  • Raden Soeharto
  • Abu Hanifah
  • Raden Soekamso
  • Adnan Kapau Gani
  • Ramelan
  • Amir (Dienaren van Indie)
  • Saerun (Keng Po)
  • Anta Permana
  • Sahardjo
  • Anwari
  • Sarbini
  • Arnold Manonutu
  • Sarmidi Mangunsarkoro
  • Assaat
  • Sartono
  • Bahder Djohan
  • S.M. Kartosoewirjo
  • Dali
  • Setiawan
  • Darsa
  • Sigit (Indonesische Studieclub)
  • Dien Pantouw
  • Siti Sundari
  • Djuanda
  • Sjahpuddin Latif
  • Dr.Pijper
  • Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken)
  • Emma Puradiredja
  • Soejono Djoenoed Poeponegoro
  • Halim
  • R.M. Djoko Marsaid
  • Hamami
  • Soekamto
  • Jo Tumbuhan
  • Soekmono
  • Joesoepadi
  • Soekowati (Volksraad)
  • Jos Masdani
  • Soemanang
  • Kadir
  • Soemarto
  • Karto Menggolo
  • Soenario (PAPI & INPO)
  • Kasman Singodimedjo
  • Soerjadi
  • Koentjoro Poerbopranoto
  • Soewadji Prawirohardjo
  • Martakusuma
  • Soewirjo
  • Masmoen Rasid
  • Soeworo
  • Mohammad Ali Hanafiah
  • Suhara
  • Mohammad Nazif
  • Sujono (Volksraad)
  • Mohammad Roem
  • Sulaeman
  • Mohammad Tabrani
  • Suwarni
  • Mohammad Tamzil
  • Tjahija
  • Muhidin (Pasundan)
  • Van der Plaas (Pemerintah Belanda)
  • Mukarno
  • Wilopo
  • Muwardi
  • Wage Rudolf Soepratman
  • Nona Tumbel

Menjelang penutupan dari rapat ketiga kongres pemuda II, Muhammad Yamin memberikan secarik kertas kepada Soegondo Djojopoespito sebagai ketua kongres pemuda II, dan mengedarkan kepada para peserta rapat yang lain. Dari kertas itulah berisi gagasan Sumpah Pemuda yang di cetus oleh Muhammad Yamin, Soegondo Djojopoespito sebagai ketua kongres pemuda II pun menyetujui gagasan Sumpah Pemuda tersebut dan kemudian membacakan kepada para peserta dan dilanjut oleh Muhamad Yamin yang menjelaskan tentang inti sari dari Sumpah Pemuda.

Berikut ini adalah teks Sumpah Pemuda dalam versi asli dan versi baru.

Teks Sumpah Pemuda Versi Asli / Original

  1. Pertama : Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang sator, tanah air Indonesia.
  2. Kedua : Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
  3. Ketiga : Kami poetra dan poetri Indonesia,mengjoenjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Teks Sumpah Pemuda Versi Baru (EYD)

  1. Pertama : Kami putra dan putri Indonesia, mengakui bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
  2. Kedua : Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
  3. Ketiga : Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Sebelum Kongres Pemuda II Indonesia berakhir seorang pemuda bernama W.R. Soepratman meminta kepada Soegondo sebagai pemimpin rapat, untuk diberi kesempatan membawakan lagu yang dibuatnya. Lagu itu berjudul Indonesia Raya namun pada saat Soegondo melihat lirik lagu Indonesia raya Soegondo melihat begitu banyak banyak kata merdeka dan Indonesia.

tapi kemudian Soegondo mengizinkan Soepratman untuk membawakan lagu Indonesia Raya tersebut tetapi tanpa menggunakan syair. Pasalnya di ruangan itu terdapat banyak polisi Belanda yang mengawasi dengan ketat proses kongres pemuda II. Soegondo pun tak mau kalau rapat itu harus dibubarkan secara paksa oleh polisi Belanda.Pada akhirnya Wage Rudolf Soepratman pun membawakan lagu Indonesia Raya tanpa syair hanya dengan menggunakan biola nya dan disambut meriah oleh pemuda lainnya.

Sumber Referensi: sejarahrakyat.blogspot.com

Demikianlah pembahasan dari artikel yang berjudul tentang Sejarah Sumpah Pemuda Beserta Maknanya Semoga dapat bermanfaat.

BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGHARGAI JASA-JASA PAHLAWANNYA.

0 Response to "Sejarah Sumpah Pemuda Beserta Maknanya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel