Featured Post

Sejarah Lengkap Kerajaan Mataram Kuno Beserta Peninggalanya

Sejarah Kerajaan Mataram Kuno Lengkap, Kehidupan Sosial, Politik dan Budaya, Nama Raja-raja Kerajaan Mataram Kuno Beserta Peninggalannya. ...

Sejarah Dan Biodata Wali Songo

Wali Songo [Sumber Gambar]
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat Pagi, Selamat Siang, dan Selamat Malam buat kalian semua....

Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang Sejarah Wali Songo. Kita pasti sering sekali mendengar istila atau kata-kata Wali Songo dalam kehidupan masyarakat muslim di Indonesia terutama di tanah jawa. Julukan Wali Songo diberikan kepada 9 orang Wali allah yang berjasa besar dalam penyebaran ajaran agama Islam di Indonesia pada zaman dahulu.

Wali Songo terdiri dari dua kata yaitu kata Wali dan kata Songo. Kata Wali memiliki arti sebagai wakil atau menurut dalam agama Islam ada istilah waliyullah yang dalam bahasa Indonesia berarti wali Allah dan juga mempunyai makna sebagai sahabat Allah atau kekasih Allah. Sedangkan kata Songo merupakan kata dari bahasa jawa yang artinya adalah sembilan. Sehingga secara bahasa Wali Songo berarti Sembilan Wali Allah.

Sembilan orang yang termasuk ke dalam Wali Songo ini dijuluki sebagai Sunan. Sebenarnya terdapat banyak sekali Sunan yang telah berjasa menyebarkan ajaran Agama Islam di Indonesia, namun hanya terdapat 9 Sunan atau 9 Wali yang terkenal di masyarakat Indonesia pada zaman sekarang ini dan dijuluki sebagai wali songo.

Oke untuk pembahasan lebih lanjut tentang Sejarah Dan Biodata Wali Songo mari kita bahas bersama Lets Go......

1. Sunan Gresik

  • Nama Asli: Maulana Malik Ibrahim.
  • Wilayah Dakwah Sunan Gresik: Gresik, Jawa Timur.
  • Peninggalan Sunan Gresik: Masjid Malik Ibrahim di Leran, Gresik, Jawa Timur.
  • Tahun Wafatnya: 1419 masehi.
  • Makam Sunan Gresik: Desa Gapura Wetan, Gresik.

Sunan Gresik atau Sultan Maulana Malik Ibrahim termasuk salah satu orang dari 9 nama-nama Wali Songo. Menurut sejarah Wali Songo inti pokok perjuangan dari Sunan Gresik adalah untuk menghapuskan atau menghilangkan sistem kasta yang ada pada masyarakat Indonesia. Karena sistem kasta itu sangat tidak sesuai dengan ajaran agama islam yang menyatakan bahwa semua manusia itu sama di mata Allah SWT, yang membedakan manusia dengan manusia yang lain hanyalah amal ibadahnya saja.
Baca Lebih Lanjut Tentang Sejarah Sunan Gresik.......

2. Sunan Ampel

  • Nama Asli Sunan Ampel: Raden Rahmat.
  • Wilayah Dakwah Sunan Ampel: Surabaya.
  • Peninggalan Sunan Ampel: Masjid Ampel di Ampel Denta, Surabaya.
  • Tahun Wafatnya: 1481 M.
  • Makam Sunan Ampel: Sebelah barat Masjid Ampel, Surabaya.

Sunan Ampel termasuk salah seorang Sunan yang termasuk dalam 9 nama-nama Sunan Walisongo. Menurut dalam sejarah Walisongo, inti sari dari ajaran yang amalkan oleh Sunan Ampel yang terkenal pada saat itu yaitu dikenal dengan istilah “Moh Limo“ adalah istilah dari bahasa jawa. Moh Limo merupakan bahasa jawa yang terdiri dari dua kata yaitu kata Moh yang artinya tidak atau menolak, dan lima Limo memiliki arti lima.

Maksudnya adalah pada inti ajaran Sunan Ampel terdapat makna “Untuk menolak dan tidak mengerjakan lima perkara yang dilarang. Kelima perkara itu  adalah Moh Main (Tidak Berjudi), Moh Ngombe (Tidak Minum Alkohol), Moh Maling (Tidak Mencuri), Moh Madat (Tidak Menghisap Narkoba), Moh Madon (Tidak Berzina).
Baca Lebih Lanjut Tentang Sejarah Sunan Ampel.......

3. Sunan Bonang

  • Nama Asli Sunan Bonang: Maulana Makdum Ibrahim.
  • Wilayah Dakwah Sunan Bonang: Tuban, Jawa Timur.
  • Peninggalan Sunan Bonang: Alat musik tradisional gamelan yang berisi bonang, bende dan kenong. Juga perkenalkan gapura yang berarsitektur tema islam.
  • Tahun Wafatnya: 1525 M.
  • Makam Sunan Bonang: Tuban, Jawa Timur.

Sunan Bonang merupakan salah seorang Sunan yang berasal dari daerah tuban dan termasuk dalam 9 nama-nama Sunan dalam anggota Wali Songo. Sunan Bonang adalah putra Sunan Ampel, dan merupakan keturunan ke-23 dari Nabi Muhammad.

Sunan Bonang adalah putra dari Sunan Ampel dengan Nyai Ageng Manila, putri adipati Tuban bernama Arya Teja. Sunan Bonang banyak melakukan dakwah melalui kesenian daerah untuk menarik simpati penduduk Jawa khususnya di tuban agar masyarakat dapat memeluk agama Islam dengan senang hati dan damai.

Sunan Bonang dikatakan sebagai penggubah penyusun tembang suluk Wijil dan tembang Tombo Ati, yang masih sering dinyanyikan oleh masyarakat di tanah jawa. Pembaharuannya terdapat pada gamelan Jawa dengan memasukkan rebab dan bonang yang merupakan alat musik daerah, yang sering dihubungkan dengan nama dari Sunan Bonang sendiri.
Baca Lebih Lanjut Tentang Sejarah Sunan Bonang.......

4. Sunan Drajat

  • Nama Asli Sunan Drajat: Raden Qosim, Masih Munat
  • Wilayah Dakwah Sunan Drajat: Desa Jelog, Pesisir Banjarwati, Lamongan.
  • Peninggalan Sunan Drajat: Gamelan singa mangkok.
  • Tahun Wafatnya: 1522 M.
  • Makam Sunan Drajat: Paciran, Lamongan.

Sunan Drajat adalah seorang putra Sunan Ampel, dan merupakan keturunan ke-23 dari Nabi Muhammad SAW. Nama asli dari sunan drajat adalah masih munat. masih munat nantinya terkenal dengan nama sunan drajat. Nama sewaktu masih kecil dari sunan drajat adalah Raden Qasim. Sunan drajat terkenal di masyarakat dengan kegiatan sosialnya.

Sunan Drajat adalah wali yang memelopori penyatuan anak-anak yatim dan orang sakit. Sunan Drajat banyak berdakwah kepada masyarakat dengan lebih menekankan ajaran kedermawanan, kerja keras, dan peningkatan kemakmuran masyarakat, sebagai pengamalan dari agama Islam.
Baca Lebih Lanjut Tentang Sejarah Sunan Drajat.......

5. Sunan Kali Jaga

  • Nama Asli Sunan Kalijaga: Raden Said.
  • Wilayah Dakwah Sunan Kalijaga: Demak dan daerah sekitarnya.
  • Peninggalan Sunan Kalijaga: Seni ukir, wayang, gamelan dan suluk.
  • Tahun Wafatnya Sunan: 1513 M.
  • Makam Sunan Kalijaga: Desa Kadilangu, Demak Bintara, Jawa Tengah.

Sunan Kalijaga adalah putra dari adipati Tuban yang bernama Tumenggung Wilatikta atau Raden Sahur atau Sayyid Ahmad bin Mansur (Syekh Subakir). Sunan Kali Jaga adalah murid dari Sunan Bonang. Sunan Kalijaga menggunakan kesenian dan kebudayaan daerah yang digunakan sebagai sarana untuk berdakwah beliau. Kesenian yang digunakan sebagai sarana berdakwah Sunan Kali Jaga antara lain kesenian wayang kulit dan tembang suluk. Tembang suluk lir-Ilir dan Gundul-Gundul Pacul umumnya dianggap sebagai hasil karya dari Sunan Kali Jaga
Baca Lebih Lanjut Tentang Sejarah Sunan Kali Jaga.......

6. Sunan Kudus

  • Nama Asli Sunan Kudus: Ja’far Shadiq
  • Wilayah Dakwah Sunan Kudus: Kudus, Jawa Tengah
  • Peninggalan Sunan Kudus: Masjid Menara Kudus
  • Tahun Wafatnya: 1550 M
  • Makam Sunan Kudus: Kudus, Jawa Tengah

Sunan Kudus adalah putra dari Sunan Ngudung atau Raden Usman Haji, dengan Syarifah Ruhil atau Dewi Ruhil yang bergelar Nyai Anom Manyuran binti Nyai Ageng Melaka binti Sunan Ampel. Sunan Kudus adalah keturunan ke-24 dari Nabi Muhammad SAW.

Sebagai seorang wali, Sunan Kudus memiliki peran yang besar dalam pemerintahan Kesultanan Demak, yaitu sebagai panglima perang, penasihat Sultan Demak, Mursyid Thariqah dan hakim peradilan negara. Selain itu Sunan Kudus juga mewariskan budaya toleransi antar umat beragama di Nusantara. Sebagai salah satu contoh toleransi ajaran beilau adalah umat Islam diajarkan untuk menyembelih kerbau pada saat hari raya Idul Adha untuk menghormati masyarakat Hindu di daerah Kudus.
Baca Lebih Lanjut Tentang Sejarah Sunan Kudus.......

7. Sunan Muria

  • Nama Asli Sunan Muria: Raden Umar Said.
  • Wilayah Dakwah Sunan Muria: Kudus dan Pati.
  • Peninggalan Sunan Muria: Masjid Muria.
  • Tahun Wafatnya: 1551 M.
  • Makam Sunan Muria: Kudus, Jawa Tengah.

Sunan Muria memiliki nama asli Raden Umar Said adalah salah satu dari 9 wali dalam Walo Songo, Sunam Muria merupakan putra dari Sunan Kalijaga dari isterinya yang bernama Dewi Sarah binti Maulana Ishaq. Sunan Muria menikah dengan Dewi Sujinah, putri Sunan Ngudung. Jadi Sunan Muria adalah adik ipar dari Sunan Kudus.

Selain itu Sunan Muria adalah sunan yang mewariskan sebuah budaya bernama kenduri. Budaya Kenduri ini merupakan sebuah budaya yang dilakukan untuk mendoakan orang yang sudah meninggal dan sesudah dimakamkan. Di dalam budaya kenduri ini terdapat istilah nelung dinani artinya 3 hari setelah dimakamkan, mitung dinani artinya 7 hari setelah dimakamkan, matang puluhi artinya 40 hari setelah dimakamkan, nyatus artinya 100 hari setelah dimakamkan, nyewu artinya 1000 hari setelah dimakamkan.
Baca Lebih Lanjut Tentang Sejarah Sunan Muria.......

8. Sunan Gunung Jati

  • Nama Asli Sunan Gunung jati: Syarif Hidayatullah.
  • Wilayah Dakwah Sunan Gunung Jati: Cirebon, Banten dan Demak.
  • Peninggalan Sunan Gunung Jati: Masjid merah Panjunan, Kumangang Pintu, dan Kereta untuk berdakwah.
  • Tahun Wafatnya: 1568 M.
  • Makam Sunan Gunung Jati: Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Cirebon Jawa Barat.

Sunan Gunung Jati memiliki nama asli Syarif Hidayatullah adalah putra dari Syarif Abdullah Umdatuddin putra Ali Nurul Alam putra Syekh Husain Jamaluddin Akbar. Dari pihak ibu, Sunan Gunung Jati masih termasuk dalam keturunan keraton Pajajaran melalui Nyai Rara Santang, yaitu anak dari Sri Baduga Maharaja.

Sunan Gunung Jati mengembangkan kota Cirebon sebagai pusat dakwah dan pemerintahan beliau, yang sesudahnya kemudian menjadi sebuah Kesultanan Cirebon. Anaknya yang bernama Maulana Hasanuddin, juga berhasil mengembangkan kekuasaan dan menyebarkan agama Islam di wilayah Banten, sehingga kemudian menjadi cikal-bakal berdirinya Kesultanan Banten.
Baca Lebih Lanjut Tentang Sejarah Sunan Gunung Jati.......

9. Sunan Giri

  • Nama Asli Sunan Giri: Muhammad Ainul Yakin.
  • Daerah Penyebaran Islam Sunan Giri: Gresik, Madura, Lombok, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku.
  • Peninggalan Sunan Giri: Tembang Pucung, Tembang Asmarandana, Masjid Giri, Giri Kedaton dan Telogo Pegat.
  • Tahun Wafat Sunan Giri: 1506 M
  • Makam Sunan Giri: Kebomas, Gresik, Jawa Timur.

Sunan Giri adalah putra dari Maulana Ishaq. Sunan Giri adalah keturunan ke-23 dari Nabi Muhammad, dan beliau merupakan seorang murid dari Sunan Ampel dan saudara seperguruan dari Sunan Bonang. Sunan Giri mendirikan pemerintahan mandiri di Giri Kedaton, Gresik, yang selanjutnya berperan sebagai pusat dakwah Islam di wilayah Jawa dan Indonesia timur, bahkan sampai ke kepulauan Maluku.
Baca Lebih Lanjut Tentang Sejarah Sunan Gunung Giri.......

Sumber Referensi: wikipedia.org
                               informazone.com

Demikianlah pembahasan dari artikel yang berjudul tentang Sejarah dan Biodata Wali Songo Semoga dapat bermanfaat.

BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGHARGAI JASA-JASA PAHLAWANNYA.

0 Response to "Sejarah Dan Biodata Wali Songo"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel