Featured Post

Sejarah Lengkap Kerajaan Mataram Kuno Beserta Peninggalanya

Sejarah Kerajaan Mataram Kuno Lengkap, Kehidupan Sosial, Politik dan Budaya, Nama Raja-raja Kerajaan Mataram Kuno Beserta Peninggalannya. ...

Sejarah Pancasila Sebagai Dasar Negara Indonesia


Selamat Pagi, Selamat Siang, dan Selamat Malam buat kalian semua....

Kali ini kita akan membahas tentang Sejarah Pancasila Sebagai Dasar Negara Indonesia .

Pancasila merupakan sebuah ideologi dasar yang menjadi dasar negara bagi bangsa indonesia. Nama Pancasila terdiri dari dua kata dari bahasa sansekerta yaitu kata Panca yang berarti Lima dan kata Sila berarti Prinsip atau Asas.

Maka bisa dikatakan bahwa pancasila adalah 5 asas yang merupakan rumusan dan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dasar negara sangatlah penting bagi berdirinya sebuah negara, dengan adanya pancasila sebagai dasar negara Indonesia mampu membuat bangsa Indonesia tetap kokoh, dalam menghadapi berbagai masalah yang datang dari mana saja.

Oke untuk pembahasan lebih lanjut tentang Sejarah Pancasila Sebagai Dasar Negara Indonesia  mari kita bahas bersama Lets Go......

Sejarah perumusah dan lahirnya pancasila

Sejarah perumusan pancasila tidak lepas dari perjuangan kemerdekaan bangsa indonesia, yang diawali dengan pemberian janji oleh pemerintah jepang untuk memberikan kemerdekaan bagi bangsa indonesia.

Dalam sidang parlemen pada tanggal 7 september 1944 permerintah jepang dibawah pimpinan Kuniaki Koiso, menyatakan bahwa jepang berjanji akan memberikan hak kemerdekaan bagi Indonesia.

Untuk mewujudkan cita-cita besar bangsa indonesia untuk merdeka dan berdiri sendiri, maka perlu ditentukan terlebih dahulu dasar negara sebagai fondasi berdirinya suatu negara.

Oleh karena itulah jepang membentuk suatu badan atau kelompok yang bertugas untuk mempersiapkan persiapan kemerdekaan bangsa Indonesia, dan membahas hal-hal yang berkaitan dengan tata pemerintahan, termasuk juga dalam menentukan dasar negara.

Badan tersebut bernama Dokuritsu Junbi Chosakai atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau lebih dikenal dengan BPUPKI yang didirikan pada tanggal 29 April 1945.

BPUPKI terdiri dari sebuah panitia kecil yang beranggotakan 9 orang yang bertugas untuk membahas dasar negara, oleh karena itu kepanitiaan ini sering di sebut dengan Panitia Sembilan.

Berikut adalah anggota dari Panitia Sembilan

  1. Ir. Soekarno
  2. Drs. Moh. Hatta
  3. Mr. AA Maramis
  4. KH. Wachid Hasyim
  5. Abdul Kahar Mudzakir
  6. Abikusno Tjokrosuyoso
  7. H. Agus Salim
  8. Mr. Achmad Soebardjo
  9. Moh. Yamin

BPUPKI diketuai oleh Dr. Radjiman Widyodiningrat. BPUPKI pertama kali melakukan sidang pada tanggal 29 Mei 1945 sampai dengan tanggal 1 Juni 1945, dengan topik membahas dasar negara Indonesia.

Dalam sidang tersebut terdapat 3 tokoh yang menyampaikan gagasan pikirannya tentang dasar negara Indonesia, ke tiga tokoh tersebut yaitu Muhammad Yamin, Soepomo, dan Ir. Soekarno.

Usulan gagasan oleh ke tiga tokoh tersebut tentang dasar negara Indonesia yang akan menjadi bagian awal dari sejarah lahirnya pancasila. Berikut ini merupakan konsep dasar negara yang disampaikan oleh ke tiga tokoh tersebut.

Mr. Mohammad Yamin (29 Mei 1945)

Moh. Yamin mengusulkan gagasanya memalui pidato yang tidak ditulisnya dalam sidang pertama BPUPKI, yaitu:

  1. Peri Kebangsaan.
  2. Peri Kemanusiaan.
  3. Peri Ketuhanan.
  4. Peri Kerakyatan.
  5. Kesejahteraan Rakyat.

Setelah selesai berpidato, Moh. Yamin juga mengusulkan gagasan tertulis dalam naskah rancangan UUD RI yang tertuang rumusan 5 dasar, yaitu:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Kebangsaan Persatuan Indonesia.
  3. Rasa Kemanusian yang Adil dan Beradab.
  4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.
  5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Mr. Soepomo (31 Mei 1945)

Dalam usulannya, Mr. Soepomo memaparkan 3 teori mengenai bentuk-bentuk negara, yaitu:

  1. Negara individualistik, yaitu negara yang disusun atas dasar kontrak sosial dari warganya dengan mengutamakan kepentingan individu sebagaimana diajarkan oleh Thomas Hobbes, John Locke, Jean Jacques Rousseau, Hebert Spencer, dan H. J. Laski.
  2. Negara golongan (class theori) yang diajarkan Marx, Engels, dan Lenin.
  3. Negara Integralistik, yaitu negara tidak boleh memihak pada salah satu golongan, tetapi berdiri di atas semua kepentingan sebagaimana diajarkan oleh Spinoza, Adam Muller, dan Hegel.

Mr. Soepomo dalam hal ini menyuarakan negara integralistik (negara persatuan), yaitu negara satu yang berdiri di atas kepentingan semua orang berikut ini gagasan yang di sampaikan oleh Mr. Soepomo:

  1. Paham Persatuan.
  2. Perhubungan Negara dan Agama.
  3. Sistem Badan Permusyawaratan.
  4. Sosialisasi Negara.
  5. Hubungan antar Bangsa yang Besifat Asia Timar Raya.

Ir. Soekarno (1 Juni 1945)

Ir. Soekarno mengusulkan lima poin-poin dasar negara yang dinamakan Pancasila, yaitu:

  1. Kebangsaan Indonesia.
  2. Internasionalisme atau Perikemanusiaan.
  3. Mufakat atau Demokrasi.
  4. Kesejahteraan Sosial.
  5. Ketuhanan yang Berkebudayaan

Konsep dasar negara yang di sampaikan oleh ke 3 tokoh di atas merupakan hasil dari sidang pertama BPUPKI, sedangkan sidang yang kedua mutuskan hasil sebagai berikut:

  1. Pernyataan Indonesia merdeka
  2. Pembukaan Undang-Undang Dasar
  3. Undang-Undang Dasar itu sendiri dan Batang Tubuh

Berakhirnya sidang BPUKPI bertepatan pada tanggal 1 Juni 1945, yang menjadi hari lahir pancasila. Maka oleh karena itu setiap tanggal 1 Juni di peringati sebagai hari lahir pancasila yang bertujuan untuk mengenang sejarah lahirnya pancasila.

Pada tanggal 22 Juni 1945 dirumuskan konsep dasar negara menurut Piagam Jakarta, hasil dari perumusan tersebut adalah yang di gunakan sebagai dasar negara Indonesia yaitu Pancasila.

Rumusan Pancasila Versi Piagam Djakarta (Jakarta Charter):

  1. Ketoehanan, dengan kewadjiban mendjalankan sjari’at Islam bagi pemeloek2-nja
  2. Kemanoesiaan jang adil dan beradab
  3. Persatoean Indonesia
  4. Kerakjatan jang dipimpin oleh hikmat, kebidjaksanaan dalam permoesjarawaratan/perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seloeroeh Rakjat Indonesia

Dengan melihat hasil dari rumusan pancasila versi piagam Jakarta tersebut khususnya pada sila pertama yang berbunyi "Ketoehanan, dengan kewadjiban mendjalankan sjari’at Islam bagi pemeloek2-nja" dianggap terlalu memihak kepada salah satu agama saja.

Oleh karena itulah sila pertama tersebut di ubah menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa" sehingga dapat di sepakati oleh setiap pemeluk berbagai agama di indonesia. Sehingga sila pertama menjadi seperti panca sila yang kita kenal saat ini.

Pancasila:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat, kebijaksanaan dalam permoesyawaratan/perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Demikianlah pembahasan dari artikel yang berjudul tentang Sejarah Pancasila Sebagai Dasar Negara Indonesia Semoga dapat bermanfaat.

BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGHARGAI JASA-JASA PAHLAWANNYA.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Sejarah Pancasila Sebagai Dasar Negara Indonesia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel