Featured Post

Sejarah Lengkap Kerajaan Mataram Kuno Beserta Peninggalanya

Sejarah Kerajaan Mataram Kuno Lengkap, Kehidupan Sosial, Politik dan Budaya, Nama Raja-raja Kerajaan Mataram Kuno Beserta Peninggalannya. ...

Sejarah 1 Muharram Tahun Baru Islam, Beserta Keutamaan dan Amalannya


Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat Pagi, Selamat Siang, dan Selamat Malam buat kalian semua....

Kali ini kita akan membahas tentang Sejarah 1 Muharram Tahun Baru Islam, Beserta Makna dan Amalannya, Kata Muharram memiliki arti "terlarang" yang berasal dari kata haram, yang berarti "berdosa" yaitu Allah melarang peperangan atau pertumpahan darah.

Bulan Muharram bulan paling suci kedua, setelah bulan Ramadhan. Beberapa umat islam melakukan puasa sepanjang hari di bulan Muharram, Hari kesepuluh Muharram adalah hari "Asyura" orang jawa biasa menyebtnya dengan "Suro" dan biasanya warga muslim berpuasa di sepanjang hari ini. Karena tercatat dalam hadits atas Musa dan Kaumnya memperoleh kemenangan atas Firaun di Mesir pada hari 10 Muharram.

Oke untuk pembahasan lebih lanjut tentang Sejarah 1 Muharram Tahun Baru Islam, Beserta Makna dan Amalannya mari kita bahas bersama Lets Go......

Sejarah 1 Muharram Tahun Baru Islam

Penentuan dimulainya sebuah hari/tanggal pada Kalender Hijriyah berbeda dengan penentuan dimulainya Kalender Masehi. Pada sistem Kalender Masehi, sebuah hari/tanggal dimulai pada tengah malam pukul 00.00 waktu setempat. Sedangkan pada sistem Kalender Hijriah, sebuah hari/tanggal dimulai ketika terbenamnya matahari di tempat tersebut.

Kalender Hijriyah dibangun berdasarkan rata-rata siklus sinodik bulan yaitu revolusi bulan mengelilingi bumi, kalender lunar (qomariyah), memiliki 12 bulan dalam setahun. Dengan menggunakan siklus sinodik Revolusi bulan, bilangan jumlah hari dalam satu tahunnya adalah (12 x 29,53059 hari = 354,36708 hari).Hal inilah yang menjelaskan 1 tahun Kalender Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibandingkan dengan 1 tahun Kalender Masehi.

Faktanya, siklus sinodik bulan tidaklah tetap sama tetapi bervariasi. Sehingga jumlah hari dalam satu bulan dalam Kalender Hijriah bergantung pada posisi bulan, bumi dan matahari. Usia bulan yang mencapai 30 hari bersesuaian dengan terjadinya bulan baru yang disebut dengan (new moon) di titik apooge, yaitu jarak terjauh antara bulan dan bumi, dan pada saat yang bersamaan, bumi berada pada jarak terdekatnya dengan matahari yang disebut (perihelion).

Sementara itu, satu bulan yang berlangsung 29 hari bertepatan dengan saat terjadinya bulan baru di perige yaitu jarak terdekat bulan dengan bumi dengan bumi berada di titik terjauhnya dari matahari  yang disebut dengan (aphelion). dari kejadian inilah terlihat bahwa usia bulan tidak tetap melainkan berubah-ubah (29 – 30 hari) sesuai dengan kedudukan ketiga benda langit tersebut (Bulan, Bumi dan Matahari).

Penentuan awal bulan atau (new moon) ditandai dengan munculnya penampakan (visibilitas) Bulan Sabit pertama kali yang disebut dengan (hilal) setelah bulan baru (konjungsi atau ijtimak). Pada fase ini, posisi Bulan akan terbenam sesaat setelah terbenamnya Matahari, sehingga posisi hilal berada di ufuk barat. Jika hilal tidak dapat terlihat pada hari ke-29, maka jumlah hari pada bulan tersebut dibulatkan menjadi 30 hari dalam bulan tersebut. Pada kalender Hijria tidak ada aturan khusus bulan-bulan mana saja yang memiliki 29 hari, dan mana yang memiliki 30 hari. Semuanya tergantung pada penampakan hilal.

Nama-nama Bulan Kelender Hijria

Berikut merupakan nama-nama bulan pada kalender Hijria yang terdiri dari 12 bulan dalam satu tahun.


Kalender Hijira terdapat 7 hari. Yang setiap dimulainya suatu hari diawali dengan terbenamnya Matahari yang berbeda dengan kalender Masehi yang diawali dengan pukul 00:00 tengah malam.

Berikut adalah nama-nama hari yang terdapat pada kelender Hijria

  1.     al-Ahad (Minggu)
  2.     al-Itsnayn (Senin)
  3.     ats-Tsalaatsa’ (Selasa)
  4.     al-Arba’aa / ar-Raabi’ (Rabu)
  5.     al-Khamsatun (Kamis)
  6.     al-Jumu’ah (Jumat)
  7.     as-Sabat (Sabtu)

Penentuan kapan dimulainya tahun 1 Hijriah dilakukan pada saat setelah 6 tahun wafatnya Nabi Muhammda SAW. Namun demikian dengan sistem yang mendasari Kalender Hijriah telah ada sejak zaman pra-Islam, dan sistem ini telah direvisi pada tahun ke-9 periode Madinah.

Sistem kalender pra-Islam di Arab

Sebelum datangnya agama Islam, tanah Arab dikenal sistem kalender berbasis campuran antara Bulan (komariyah) maupun Matahari (syamsiyah). Peredaran revulusi bulan digunakan, dan untuk mensinkronkan dengan musim dilakukan penambahan jumlah hari (interkalasi).

Pada jaman itu, belum mengenal penomoran tahun. Sebuah tahun dikenal dengan menyebut nama peristiwa yang cukup penting yang terjadi di tahun tersebut. Misalnya, tahun dimana nabi Muhammad SAW dilahirkan, dikenal dengan sebutan “Tahun Gajah”, karena pada waktu itu, terjadi penyerbuan Ka’bah di Mekkah oleh para pasukan gajah yang dipimpin oleh Abrahah, Gubernur Yaman yang merupakan salah satu provinsi Kerajaan Aksum, kini termasuk wilayah Ethiopia.

Revisi penanggalan

Pada era kenabian nabi Muhammad SAW, sistem penanggalan pra-Islam digunakan dengan melakukan interkalasi atau penambahan jumlah hari. Pada tahun ke-9 setelah Hijrah, turun ayat 36-37 Surat At-Taubah, yang melarang untuk melakukan penambahan hari (interkalasi) pada sistem penanggalan.

Penentuan Tahun 1 Kalender Islam

Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, saat itulah diusulkan kapan dimulainya Tahun 1 Kalender Islam. Ada yang mengusulkan bahwa tahun kelahiran nabi Muhammad SAW sebagai awal dan menjadi  patokan penanggalan Islam. Ada juga yang mengusulkan pula awal patokan penanggalan Islam adalah tahun wafatnya Nabi Muhammad.

Akhirnya, pada tahun 638 M (17 H), khalifah Umar bin Khatab menetapkan bahwa yang menjadi awal patokan penanggalan Islam adalah tahun dimana hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Penentuan awal patokan ini dilakukan setelah menghilangkan seluruh bulan-bulan tambahan yang disebut dengan (interkalasi) dalam periode 9 tahun. Tanggal 1 Muharam Tahun 1 Hijriah bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622, dan tanggal ini bukan berarti tanggal hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madina. Peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW terjadi pada bulan September 622.

Tanggal-tanggal penting dalam kalender Hijriah adalah sebagai berikut:


Keutamaan Bulan Muharram

Bulan Muharram merupakan bulan Haram yang merupakan bulan yang teramat mulia, yang mungkin tidak di ketahui oleh sebagian orang.  Muharram membawa maksud “diharamkan” atau “dipantang” yaitu Allah SWT melarang melakukan peperangan atau pertumpahan darah di bulan Muharram.

Berikut ini adalah firman Allah tentang Bulan Muharram.


Berdasarkan firman Allah tersebut menjelaskan bahwa sejak penciptaan langit dan bumi, penciptaan malam dan siang, keduanya akan berputar pada orbit nya yang telah ditentukan. Allah pun Menciptakan Matahari, Bulan, dan Bintang lalu menjadikan Matahari dan Bulan berputar pada orbit yang telah di tetapkan. Dan dari situlah akan di munculkan cahaya matahari dan juga rembulan. Sejak itu Allah menjadikan 1 tahun menjadi 12 bulan, sesuai dengan munculnya hilal. Satu tahun dalam syariat islam dihitung berdasarkan perputaran dan munculnya bulan, bukan di hitung berdasarkan perputaran matahari seperti kalender Masehi.

Amalan Di Bulan Muharram

1. Perbanyak Amalan Shali


        Mengingat akan besarnya pahala yang akan diberikan Allah SWT dalam bulan Muharram melebihi bulan lainnya, hendaknya kita sebagai umat muslim seharusnya lebih memperbanyak amalan-amalan ketaatan pada Allah SWT pada bulan Muharram yakni dengan melakukan sholat, membaca Al Quran, berdzikir, puasa, shadaqah, menolong orang lain dan amalan shalih lainnya.


2. Jauhi Maksiat


        Bulan Muharram juga menjadi bulan untuk memperbaiki diri dengan menjauhi kemaksiatan pada Allah, sebab dosa-dosa yang diperbuat pada bulan bulan haram, akan lebih besar jika dibandingkan dengan dosa selain bulan haram.


3. Memperbanyak Puasa


       Saat bulan Muharram juga sebaiknya memperbanyak puasa sebab puasa yang dijalankan pada bulan Muharram adalah sebai-baiknya puasa setelah puasa di bulan Ramadhan.


4. Puasa Asyura


       Jika seseorang melakukan puasa sunnah pada hari Asyura setara dengan puasa selama setahun penuh dan dosanya setahun yang lalu akan di ampuni oleh Allah SWT.


5. Intropeksi Diri


       Amalan berikutnya yang harus dilakukan dan diperbanyak pada bulan Muharram adalah muhasabah dan juga intropeksi diri seiring dengan bertambahnya usia maka kualitas iman kita juga harus bertambah.


 6. Taubat


        Taubat memiliki arti menyesal atas semua dosa yang sudah diperbuat pada masa lalu dan kemudian meninggalkannya serta bertekad untuk tidak mengulanginya kembali. segera bertaubat khususnya dilakukan pada saat bulan Muharram dan tidak menundanya sebab kematian yang menjemput tidak dapat diketahui oleh siapapun dan waktu kedatangannya.


7. Menjenguk orang sakit
       

        Menjenguk atau mengunjungi orang yang sedang sakit adalah perbuatan yang yang mulia palagi di lakukan pada saat bulan Muharram, tentu pahala yang didapat jauh lebih banyak di bandingkan dengan hari-hari biasa.


8. Membaca Doa tanggal 1 sampai 10 Muharram


        Dianjurkan juga untuk membacakan doa setiap hari yang dimulai pada tanggal 1 Muharram sampai dengan 10 Muharram berikut adalah doa nya:

9. Membaca Doa Awal Tahun


         Membaca doa awal tahun bisa di lakukan pada saat memasuki tanggal 1 Muharram yang lakukan selepas magrib atau sesudahnya.

10. Membaca Doa Akhir Tahun


         Membaca doa akhir tahun dilakukan sebanyak tiga kali pada saat akhir waktu ashar pada tanggal 29 atau 30 Dzulhijah dan sebaiknya pembacaan dimulai dengan membacakan surat Yasin sebanyak tiga kali lalu dilanjutkan dengan membacakan doa Akhir tahun berikut ini.

Demikianlah pembahasan dari artikel yang berjudul tentang  Sejarah 1 Muharram Tahun Baru Islam, Beserta Keutamaan dan Amalannya Semoga dapat bermanfaat.

BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGHARGAI JASA-JASA PAHLAWANNYA.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Sejarah 1 Muharram Tahun Baru Islam, Beserta Keutamaan dan Amalannya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel