Featured Post

Sejarah Lengkap Kerajaan Mataram Kuno Beserta Peninggalanya

Sejarah Kerajaan Mataram Kuno Lengkap, Kehidupan Sosial, Politik dan Budaya, Nama Raja-raja Kerajaan Mataram Kuno Beserta Peninggalannya. ...

Peninggalan Kerajaan Majapahit yang Terkenal Beserta Gambar

Prasasti dan Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Selamat Pagi, Selamat Siang, dan Selamat Malam buat kalian semua....

Kali ini kita akan membahas tentang Prasasti Peninggalan Kerajaan Majapahit. Kerajaan Majapahit adalah kerajaan yang terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah Indonesia dan kerajaan Majapahit memiliki begitu banyak benda-benda peninggalan yang telah di temukan yang masih bisa kita lihat hingga saat ini.

Artikel Sebelumnya : Sejarah Kerajaan Majapahit

Oke untuk pembahasan lebih lanjut tentang Peninggalan Kerajaan Majapahit mari kita bahas bersama Lets Go......

Peninggalan Kerajaan Majapahit

1. Candi Wringin Lawang
Candi Wringin Lawang
Candi Wringin Lawang adalah sebuah bangunan yang berbentuk seperti gapura agung yang terbuat dari bahan bata merah dengan luas dasar sekitar 13 meter x 11 meter dengan ketinggian 15,5 meter dengan menggunakan arsitektur candi bentar atau candi terbelah yang sampai saat ini sering di terapkan dalam gaya arsitektur Bali. Fungsi utama dari candi Wringin Lawang ini diperkirakan adalah sebagai pintu gerbang yang menuju kawasan utama di ibukota kerajaan Majapahit. Lokasi candi Wringin Lawang ini sangat mudah dijangkau karena candi Wringin lawang ini dapat terlihat dari jalan utama Surabaya-Solo, tepatnya terletak di daerah Brangkal, yaitu daerah sebelum memasuki wilayah Trowulan.

2. Candi Brahu
Candi Brahu
Candi Brahu berlokasi di wilayah daerah Bejijong, Trowulan yang sekarang merupakan sentra pengrajin Kuningan dan Patung Batu. Candi Brahu merupakan bangunan suci sebagai tempat peribadatan yang dipergunakan untuk memuliakan anggota keluarga kerajaan yang telah wafat. Konon kata orang-orang daerah setempat mengatakan 4 raja pertama kerajaan Majapahit yang wafat diperabukan/dikremasi di kompleks bangunan candi Brahu.

3. Candi Genthong
Candi Genthong
Candi Genthong masih dalam tahap mengembalikan atau memulihkan kepada keadaan semula, sehingga wujud dari candi Gethong masih berupa reruntuhan bangunan yang belum bisa dinikmati dengan nyaman. Lokasinya sendiri berada di Dukuh Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Mojokerto. .

Candi Genthong ini memiliki denah yang berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 23,5 x 23,5 meter dan tinggi 2,45 meter dengan pintu menghadap ke barat. Saat pertama kali candi Genthong ditemukan pertama kali candi Genthong ini berbentuk gundukan tanah, penggalian baru dilakukan pada tahun 1994 hingga 1998.

4. Candi  Grinting
Candi Grinting
Candi Grinting berlokasi di Kecamatan Jatirejo lebih tepatnya  di dusun Grinting desa Karang Jeruk, Candi Grinting ini masih belum banyak diketahui oleh hal layak umum. Informasi yang diperoleh memngenai bentuk wujud bangunan candi juga belum banyak, selain sisa dari sebuah pondasi bangunan yang telah ditemukan oleh seorang pembuat batu bata.

5. Candi Minak Jinggo
Candi Minak Jinggo
Candi Minak Jinggo ini terletak tidak jauh dengan lokasi kolam segaran, candi Minak Jinggo ini hanya menyisakan reruntuhnya saja, dan memiliki bentuk yang sangat unik yang berupa kombinasi dari bahan bangunan batu andesit dibagian luar dan bata di bagian dalam. Di Candi Minak Jinggo ini juga ditemukan arca yang unik dengan berwujud ukiran makhluk ajaib yang telah didentifikasi sebagai makhuk yang bernama Qillin, makhluk ajaib yang termasuk dalam mitologi China. Dengan adanya penemuan arca unik dengan ukiran makhuk gaib yang bernama Qillin, ini menjadi sebuah isyarat kuat bahwa terdapat hubungan budaya yang cukup kuat antara kerajaan Majapahit dengan Dinasti Ming di China. Candi Minak Jinggo ini memiliki keterkaitan sangat erat dengan legenda rakyat Danar Wulan dan Menak Jinggo.

6. Candi Kedaton
Candi Kedaton
Candi Kedaton masih dalam tahap mengembalikan atau memulihkan kepada keadaan semula hingga kini, karena wujudnya masih berbentuk misteri yang sulit dipecahkan. Dalam wilayah komplek percandian ini terdapat beberapa bangunan yang berupa candi, makam Islam, sumur upas, mulut gua, dan lorong rahasia. Para ahli sejarah masih berupaya membuka misteri untuk menemukan bentuk dari bangunan candi kedaton ini. Namun ada dugaan bahwa daerah Kedaton ini pada jaman dahulu merupakan kompleks ibu kota pada akhir masa-masa kerajaan Majapahit.

7. Candi Bajang Ratu
Candi Bajang Ratu
Candi Bajang Ratu ini terletak berdekatan dengan Candi Tikus di daerah trowulan, Candi Bajang Ratu merupakan bangunan yang ramping nan anggun dengan arsitektur gapura paduraksa dengan tinggi 16,5 meter. Pada bagian atap candi Bajang Ratu terdapat aksesoris bangunan yang menampilkan ukiran hiasan yang rumit dan detail.

Nama Bajang Ratu dalam bahasa jawa dapat diartikan dengan Raja Kecil yang kemudian oleh masyarakat dikaitkan dengan raja kedua Majapahit yaitu raja Jayanegara. Konon raja Jaya negara pernah terjatuh saat masih kecil di tempat ini, sedangkan masyarakat yang lain beranggapan karena Raja Jayanegara saat naik tahta dalam usia yang sangat muda. Sedangkan para peneliti dan ahli sejarawan sendiri mengkaitkan Candi Bajang Ratu adalah sebagai sebuah bentuk penghormatan kepada Raja Jayanegara yang wafat pada tahun 1328 M. 

8. Candi Tikus
Candi Tikus
Candi Tikus adalah sebuah kolam pemandian yang dipergunakan tempat untuk ritual petirtaan yang memiliki bentuk bangunan kolam bujur sangkar yang berukuran 22,5 meter x 22,5 meter dengan bentuk arsitektur teras-teras persegi yang dimahkotai, menara-menara yang ditata dan disusunan konsentris yang menjadi titik tertinggi pada bangunan ini.

Pada sisi bagian utara kolam terdapat sebuah tangga yang menuju dasar bangunan kolam. Struktur utama candi Tikus yang menonjol dari dinding selatan diperkirakan menggunakan bentuk gunung legendaris yaitu gunung Mahameru. Konon pada jaman dahulu kolam ini dipergunakan sebagai tempat pemandian untuk putri raja-raja dari kerajaan Majapahit. Nama Candi Tikus diambil gara-gara pada jaman dahulu lokasi candi tikus ini menjadi sarang bagi tikus-tikus liar yang sering menjadi gangguan hama bagi sawah milik penduduk trowulan di sekitar candi, oleh karena itulah candi ini diberi nama candi Tikus.

9. Pendopo Agung
Pendopo agung
Bangunan Pendopo Agung pertama kali ditemukan berupa penemuan dasar atau fondasi yang besar, yang diduga sisa dari sebuah bangunan pendapa agung, yaitu tempat raja Majapahit untuk menemui tamu-tamu kerajaan, Pendopo Agung ini terletak di wilayah dekat dengan Kolam Segaran. Pendopo Agung ini sudah direnovasi oleh pihak Kodam V Brawijaya menjadi bangunan pendapa yang nyaman untuk dikunjungi dan sebagai tempat beristirahat. Dibagian belakang dari bangunan Pendopo Agung ini terdapat batu yang miring, konon jaman dahulu digunakan sebagai tempat Mahapatih Gajah Mada mengikrarkan Sumpah Palapa. Selain itu di area Pendopo Agung juga terdapat kompleks makam dan petilasan Raden Wijaya, yaitu seorang pendiri kerajaan Majapahit yang selalu ramai dikunjungi oleh peziarah.

10.  Kolam Segaran
Kolam Segaran
Kolam Segaran adalah bangunan monumental yang berupa kolam besar dari batu bata, berbentuk persegi panjang dengan ukuran 800 M x 500 M. Kolam Segaran memiliki kedalaman sekitar 3 meter dengan ketebalan dinding 1,6 meter. Diperkrakan nama kolam Segaran berasal dari bahasa Jawa dari kata segara yang memiliki arti laut, kemungkinan masyarakat setempat mengibaratkan kolam besar segaran ini sebagai miniatur laut.

Fungsi kolam Segaran ini diperkirakan sebagai pemasok air bagi pemukiman penduduk kerajaan Majapahit yang padat, atau juga sebagai tempat latihan renang bagi prajurit kerajaan. atau dugaan lain adalah sebagai tempat yang berfungsi sebagai hiburan untuk menjamu para tamu kerajaan, dimana mereka dijamu di tepi kolam dengan menggunakan perlengkapan makan yang terbuat dari emas dan perak, lalu sesuai acara perjamuan peralatan nan mahal ini dilemparkan ke tengah-tengah kolam untuk memperlihatkan betapa makmurnya kerajaan Majapahit.

11. Alun-alun Watu Umpak
Watu Umpak
Alun-alun Watu Umpak ini terletak sekitar 100 meter dari situs candi Kedaton,  Alun-alun Watu Umpak berupakan kumpulan batu-batu umpak besar yang tersusun rapi. Diperkirakan situs Watu Umpak ini adalah bekas dari salah satu bangunan kerajaan Majapahit yang berkaitan pula dengan situs candi Kedaton.

12. Makam Putri Campa
Makam Putri Campa
Makam Putri Campa merupakan sebuah kompleks pemakaman Islam kuno yang terletak di dekat Candi Menak Jinggo dengan fokus berupa makam putri Campa, adalah soerang wanita selir atau istri raja Majapahit periode akhir. Dapat dilihat dari bentuk makam diperkirakan Putri Campa yang dikebumikan pada tahun 1448 M dan menganut agama Islam, diceritakan Putri Campa berhasil merayu raja Majapahit yang terakhir supaya memeluk agama Islam. Diketahui juga bahwa seseorang yang bernama Raden Patah, yang merupakan pendiri kerajaan Demak yang notabene kerajaan Islam pertama di Jawa, adalah seorang putra dari raja Brawijaya, yang merupakan raja Majapahit pada periode akhir.

13. Situs Lantai Segi Enam
Situs Lantai Segi Enam
Situs bersejarah yang merupakan peninggalan dari kerajaan majapahit lainnya yaitu Lantai Segi Enam yang merupakan sisa-sisa bangunan rumah ini memiliki keunikan tersendiri lantaran ditemukannya sebuah hamparan lantai kuno berupa paving blok yang berbentuk segi enam dari bahan tanah liat yang bakar dan dibuat halus, memiliki ukuran 34 x 29 x 6.5 cm. Disekitar situs Lantai Segi Enam kita bisa melihat sisa lantai, dan juga sisa dinding dan beberapa perabotan dari bahan tembikar seperti gentong dan pot tanah liat. Diperkirakan pada jaman dahuulu situs Lantai Segi Enam yang terletak sekitar 500 meter dari selatan Pendopo Agung ini merupakan bagian dari kompleks bangunan dari kerajaan mojopahit, atau mungkin juga sebuah bangunan peninggalan milik bangsawan dari kerajaan Majapahit.

14. Makam Troloyo
Makam Troloyo
Kompleks atau situs pemakam Troloyo adalah sebuah tempat untuk pemakaman Islam kuno, dipemakam troloyo kebanyakan batu nisan yang digunakan pada makam disana berangka tahun 1350 sampai 1478 Masehi. Komplek pemakaman Troloyo membuktikan bahwa komunitas muslim tidak hanya telah berada di pulau Jawa saja pada saat pertengahan abad ke-14, tapi juga menjadi bukti bahwa agama Islam telah dianut dan telah diakui oleh sebagian kecil penduduk ibu kota Majapahit.

15. Candi Jolotundo
candi Jolotundo
Berlokasi di kecamatan Trawas Jawa Timur Candi jolotundo tepatnya di lereng Gunung Bekal, salah satu puncak dari pegunungan Penanggungan di Desa Seloliman Kecamatan. Bangunan candi Jolotundo terbuat dari batu kali dengan ukuran panjang rata-rata sekitar 16,85 m lebar 13,52 m dan tinggi 5,20 m. Menurut data dalam sejarah candi Jolotundo ini menunjukkan angka tahun 977 M, dan di sebelah kiri dinding belakang candi terdapat tulisan GEMPENG, disamping itu di sebelah sudut tenggara juga ada tulisannya.

16. Siti Inggil
Makam Siti Inggil
Siti Inggil atau dapat di artikan menjadi Tanah Tinggi atau mungkin juga dapat dikonotasikan dengan Tanah yang di Agungkan yang terletak di dekat lokasi Candi Brahu. Menurut cerita rakyat Siti Inggil dulunya merupakan sebuah punden yang pernah menjadi tempat pertapaan Raden Wijaya. Dilokasi Siti Inggil ini terdapat dua makam yaitu makam Sapu Angin dan Sapu Jagat yang telah dikeramatkan dan dirawat dengan baik oleh penduduk dan banyak dikunjungi oleh peziarah terutama saat malam Jumat.

17. Api abadi Bekucuk
Api Abadi
Api abadi bekucuk dikisahkan dalam sebuah legenda yang telah beredar pada sebagian masyarakat yang konon Api ajaib bekucuk telah terkenal sejak masa kekuasaan kerajaan Majapahit. Api abadi yang mengagumkan tersebut telah dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk berbagai kepentingan warga sekitar. Api Abadi Bekucuk pernah menjadi perhatian masyarakat pada tahun 1933 yaitu bermunculan sumber api kecil di pekarangan dan rumah penduduk sehingga Pemerintah Kabupaten Mojokerto mengadakan peninjauan atau penelitian dan sejak itu Api Bekucuk banyak menarik perhatian masyarakat. Api Abadi Bekucuk terletak di dusun Bekucuk desa tempuran dikecamatan Sooko yang berjarak 3 Km dari Kota Mojokerto yang dapat ditempuh dengan menggunakan angkutan umum dan kondisi jalan yang cukup baik.

18. Reco Lanang
Reco Lanang
Reco Lanang dapat di artikan menjadi Arca Laki-laki terletak di kaki sebuah gunung di Trawas. Perjalanan ke Reco Lanang tidaklah sulit. Dari jalan raya Trawas menuju lokasi hanyalah berjarak sekitar 200 meter saja. Reco Lanang adalah sebuah arca Budha yang digunakan orang-orang yang memeluk agama Budha untuk melakukan ritual. Sebagian besar yang beribada di Reco Langan di antaranya adalah etnis dari keturunan Cina.

19.  Museum Purbakala Trowulan
Museum Purbakala Trowulan
Museum Purbakala Trowulan sesuai namanya museum ini terletak di wilayah Dusun Trowulan, Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan. Museum Purbakala Trowulan dapat dijangkau menggunakan semua jalan transportasi baik melalui jalan raya Trowulan maupun jalan kecamatan yang terletak tepat di seberang Kolam Segaran. Museum Purbakala Trowulan ini pertama kali didirikan oleh Kanjeng Adipati Ario Kromojoyo Adinegoro bersama Ir. Henry Maclaine Pont pada tahun 1942 dengan tujuan untuk menampung artefak hasil penelitian arkeologi di sekitar Trowulan.

20. Prasasti Gajah Mada
Prasasati Gajah Mada
Prasasti Gajah Mada atau Prasasti Singasari ini bertarikh tahun 1351 M, ditemukan di Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur dan sekarang ini telah disimpan di Museum Gajah. Prasasti ini ditulis dengan tulisan Aksara Jawa.

Prasasti Singasari ini ditulis untuk mengenang didirikanya sebuah caitya atau candi pemakaman yang dilaksanakan oleh Mahapatih Gajah Mada. Paruh pertama dalam prasasti ini merupakan pentarikhan tanggal secarah sangat terperinci, termasuk pemaparan letak benda-benda langit atau benda-benda angkasa. Paruh kedua dalam prasasti ini mengemukakan maksud dari prasasti ini, yaitu sebagai pariwara pembangunan sebuah caitya.

21. Prasasti Kudadu Gunung Butak
Prasasti Kudadu Gunung Butak
Prasasti Kudadu atau yang sering juga dikenal dengan nama Prasasti (Gunung) Butak sesuai dengan lokasi ditemukan prasasti tersebut. Prasasti Kudadu Gunung Butak pertama kali ditemukan di lereng Gunung Butak yang masuk dalam jajaran Pegunungan Putri Tidur. Gunung Butak berada dalam wilayah perbatasan Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Demikianlah pembahasan dari artikel yang berjudul tentang Sejarah Peninggalan Kerajaan Majapahit yang Terkenal Beserta Gambar Semoga dapat bermanfaat.


BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGHARGAI JASA-JASA PAHLAWANNYA.

0 Response to "Peninggalan Kerajaan Majapahit yang Terkenal Beserta Gambar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel