Featured Post

Sejarah Lengkap Kerajaan Mataram Kuno Beserta Peninggalanya

Sejarah Kerajaan Mataram Kuno Lengkap, Kehidupan Sosial, Politik dan Budaya, Nama Raja-raja Kerajaan Mataram Kuno Beserta Peninggalannya. ...

Sejarah Peninggalan Kerajaan Mataram kuno Halaman 3

Peninggalan Benda Bersejarah dari Kerajaan Mataram Kuno


11. Candi Srikandi
Candi Srikandi

Candi Srikandi ini juga merupakan candi peninggalan dari kerajaan Mataram Kuno yang bercorak Hindu, dan candi Srikandi ini termasuk salah satu candi tertuah di indonesia. Candi Srikandi ini diperkirakan didirikan pada akhir abad ke 8 sampai awal abad ke 9. Candi Srikandi ini terletak di Komplek percandian di daerah Bukit Tinggi Dieng, tepatnya di desa dieng kulon, kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Candi Srikandi terletak persis di sebelah utara candi Arjuna, dan menghadap ke arah barat. Candi Srikandi merupakan satu - satunya candi di komplek percandian Bukit Tinggi Dieng yang berelief TriMurti yaitu 3 dewa yang bertugas menciptakan (Brahma), memelihara (Wisnu), Pelebur atau penghancur (Wisnu).

12. Candi Gedong Songo
Candi Gedong Songo
Candi Songo adalah candi peninggalan dari kerajaan Mataram Kuno yang bercorak Hindu, candi Songo terletak di lereng Gunung Unggaran yang berlokasi di desa Candi, kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Nama candi songo yang di artikan dalam bahasa Indonesia adalah Sembilan Candi, maka dari nama tersebut di komplek ini terdapat sembilan candi.

Candi Songo di temukan pada tahun 1800 yang di temukan oleh Raffles yang merupakan warganegara inggris yang menjabat sebagai seorang Gubernur di Hindia Belanda. Candi Songo adalah candi peninggalan dari wangsa Syailendra pada abad ke 9 tepatnya tahun 927 masehi, dikarenakan Candi Songo ini memiliki beberapa persamaan dengan candi-candi di bukit Dieng.

Candi Songo terletak pada ketinggian 1200 meter dari permukaan laut, yang mengakibatkan suhu udara di komplek candi Songo sangat dingin sekitar 19-27°C sama seperti hawa sejuk di pegunungan, dari hal itulah yang membuat kawasan ini nyaman untuk di kunjungi. Sembilan candi dari Candi Songo ini tersebar di sekitar lereng gunung Unggaran maka sudah dapat di pastikan candi Songo memiliki pemandangan alam yang luar biasa.

13. Candi Sari
Candi Sari

Candi Sari adalah candi peninggalan dari kerajaan Mataram Kuno yang bercorak Budha, Candi sari terletak di sebelah timur laut dari yogyakarta dan terletak tidak jauh dari candi Khalasan dan candi Prambanan. Candi Sari diperkirakan didirikan pada abad ke 8 dan ke 9 pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Candi Sari memiliki bentuk yang sangat indah, pada bagian atap candi Sari terdapat 9 buah stupa yang serupa dengan stupa candi Borobudur yang tersusun dengan 3 deretan sejajar.

Candi Sari pada jaman dahulu di gunakan oleh para biksu budha sebagai tempat untuk meditasi. Candi Sari memiliki ruangan bertingkat dua yang terletak di bawah masing-masing setupa. Candi Sari memiliki ukurang yang cukup besar yaitu sekitar 17.30 meter x 10 meter, yang di perkirakan pada jaman dahulu memiliki dena yang lebih panjang dan lebih lebaar.

Candi Sari di temukan dalam kondisi yang rusak berat pada awal abad ke 20, dan dilakakukan pemugaran pertama yang dipimpin oleh A. J. Bernet Kempers yang merupakan seorang werganegara Belanda. Bernet Kempers adalah seorang ahli Arkeolog, dikarenakan banyaknya bagian candi yang hilang maka pemugaran yang pertama tidaklah berhasil mengembalikan keutuhan candi Sari tersebut.

14. Candi Pawon
Candi Pawon

Candi Pawon adalah candi peninggalan dari kerajaan Mataram Kuno yang bercorak Budha, Letak Candi Pawon berada di desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dalam bahasa jawa candi Pawon berarti dapur dalam bahasa indonesia, tetapi J. G. de Casparis menafsirkan kata Pawon berasal dari kata Abu yang memiliki imbuhan kata pa dan an yang berarti Perabuan.

Candi Pawon memiliki nama sebutan Candi Bajranalan sebutan ini digunakan oleh masyarakat di sekitar candi Pawon, dalam bahasa sanskerta kata Bajranalan berasal dari kata vadjra yang memiliki arti Halilintar dan kata anala yang memiliki arti api.

Candi pawon ditemukan pada akhir abad ke-19 dalam keadaan rusak tertimbun semak-semak belukar, candi Pawon mulai diperbaiki pada tahun 1903. Candi Pawon mengalami pemugaran yang pertama pada tahun 1897 – 1904, kemudian pada tahun 1908 dilakukan pemugaran lagi oleh Vand erp untuk melanjutkan pemugaran yang pertama.

Kembali Halaman 1  Halaman 2                                                    Selanjutnya Halaman 4

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Sejarah Peninggalan Kerajaan Mataram kuno Halaman 3"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel