Featured Post

Sejarah Lengkap Kerajaan Mataram Kuno Beserta Peninggalanya

Sejarah Kerajaan Mataram Kuno Lengkap, Kehidupan Sosial, Politik dan Budaya, Nama Raja-raja Kerajaan Mataram Kuno Beserta Peninggalannya. ...

Sejarah Lengkap Kerajaan Tarumanegara Beserta Peninggalanya

Sejarah Kerajaan Tarumanegara Lengkap, Raja - Raja Kerajaan Tarumanegara, Masa Kejayaan dan Masa Keruntuhan Beserta Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Assalamu'alaikum Wr. Wb...

Selamat Pagi, Selamat Siang, dan Selamat Malam buat kalian semua....

Setelah membahas kerajaan kutai sekarang kita akan membahas tentang Sejarah Kerajaan Tarumanegara. kalian pasti sudah pernah mendengar tentang kerajaan Tarumanegara ini kan??, yupss benar sekali kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan Hindu yang tertua nomor dua setelah kerajaan Kutai di Indonesia.

Oke untuk pembahasan lebih lanjut tentang sejarah kerajaan kutai mari kita bahas bersama Lets Go......

Sejarah Kerajaan Tarumanegara


Kerajaan Taruma negarah adalah kerajaan hindu yang merupakan kerajaan tertuah nomor dua di Indonesia yang berada di pulau jawa. Kerajaan Tarumanegara diperkirakan pernah berkuasa pada abad ke 4 sampai abad ke 7 M. Kerajaan Tarumanegara berada di sekitar lembah sungai Citarum, Bogor, Jawa Barat. Kerajaan Tarumanegara didirikan pada tahun 358 oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman. Raja Rajadirajaguru Jayasingawarman berkuasa pada tahun 358-382. Rajadirajaguru Jayasingawarman dimakamkan didekat tepi kali gomati (wilayah Bekasi).

Kemudian pada tahun 382 digantikan oleh putranya yang bernama Dharmayawarman yang berkuasa pada tahun 382-395. Raja Dharmayawarman di makampan  di tepi kali Candrabaga. Kemudian Raja yang ketiga adalah Maharaja Purnawarman yang berkuasa pada tahun 395-434. Pada masa kekuasaan Maharaja Purnawarman, pada tahun 379 Maharaja Purnawarman membangun ibukota kerajaan baru yang berlokasi dekat dengan pantai.

Daerah tersebut diberinama Sundapura, dan pada saat itulah nama Sunda pertamakali digunakan. Pada tahun 417 Maharaja Purnawarman memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km). Setelah penggalian itu selesai Maharaja Purnawarman mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1.000 ekor sapi kepada kaum Brahmana.

Pada tahun 536 M disebutkan dalam sebuah Prasasti Pasir Muara tentang peristiwa pengembalian pemerintahan kepada raja Sunda. Pada tahun tahun yang sama yang menjadi penguasa Kerajaan Tarumanegara adalah Raja Suryawarman  raja Kerajaan Tarumanegara ke-7 yang berkuasa pada tahun 535 - 561 M. Pada saat masa kekuasaan Candrawarman yang merupakan ayah dari Suryawarman pada tahun 515-535 M, banyak penguasa daerah yang menerima kembali kekuasaan pemerintahan atas daerahnya masing - masing sebagai hadiah atas kesetiaannya terhadap Kerajaan Tarumanegara.  maka Suryawarman melakukan hal yang sama sebagai lanjutan politik ayahnya.

Pada tahun 536 M prasasti Purnawarman di pasir muara yang memberitakan bahwa ibukota sundapura telah berubah status menjadi sebuah kerajaan daerah. Dari hal ini menjelaskan bahwa pusat pemerintahan Kerajaan Tarumanegara telah bergeser ke tempat lain. Dilihat dari kedudukaan rajatapura atau salakanagara (kota perak), yang disebut argyre oleh ptolemeus dalam tahun 150 M. Kota ini sampai tahun 362 menjadi pusat pemerintahan raja-raja Dewawarman mulai Raja Dewawarman I - VIII).

Ketika pusat pemerintahan beralih dari rajatapura ke Tarumanegara, maka salakanagara berubah status menjadi kerajaan daerah. Jayasingawarman pendiri Kerajaan Tarumanegara adalah menantu  dari raja Dewawarman VIII. Jayasingawarman sendiri seorang maharesi dari salankayana di India yang mengungsi ke nusantara karena daerahnya diserang dan ditaklukkan maharaja samudragupta dari kerajaan magada.

Pada tahun 526 M menantu Suryawarman yang bernama Manikmaya mendirikan kerajaan baru di Kendan, daerah Nagreg antara Bandung dan Limbangan, Garut. Putera tokoh manikmaya ini tinggal bersama kakeknya di ibukota tarumangara dan kemudian menjadi panglima angkatan perang Kerajaan Tarumanegara. Suryawarman tidak hanya melanjutkan kebijakan politik ayahnya yang memberikan kepercayaan lebih banyak kepada raja daerah untuk mengurus pemerintahan sendiri, melainkan juga mengalihkan perhatiannya ke daerah bagian timur. Perkembangan daerah timur menjadi lebih Berkembang Ketika Cicit Manikmaya Mendirikan Kerajaan Galuh Dalam Tahun 612 M. 

 
Sumber Sejarah Kerajaan Tarumanegara
 
Bukti keberadaan Kerajaan Taruma dapat diketahui melalui sumber-sumber yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Sumber dari dalam negeri berupa tujuh buah prasasti batu yang ditemukan berjumlah empat di Bogor, satu di Jakarta dan satu di Lebak Banten. Dari ke tujuh prasasti ini diketahui bahwa kerajaan Tarumanegara dipimpin oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358 M dan beliau memerintah sampai tahun 382 M. Makam Rajadirajaguru Jayasingawarman ada di sekitar sungai Gomati yang sekarang ini wilayah di  Bekasi. Kerajaan Tarumanegara ialah kelanjutan dari Kerajaan Salakanagara. 

Sedangkan sumber-sumber dari luar negeri yang berasal dari berita Tiongkok antara lain: 
  • Berita Fa-Hsien, tahun 414 M dalam bukunya yang berjudul Fa-Kao-Chi menceritakan bahwa di Ye-po-ti hanya sedikit dijumpai orang-orang yang beragama Buddha, yang banyak adalah orang-orang yang beragama Hindu dan sebagian masih animisme.
  • Berita Dinasti Sui, menceritakan bahwa tahun 528 dan 535 telah datang utusan dari To- lo-mo yang terletak di sebelah selatan.
  • Berita Dinasti Tang, juga menceritakan bahwa tahun 666 dan 669 telah datang utusaan dari To-lo-mo. 

Dari ke tiga berita di atas para ahli dapat menyimpulkan bahwa istilah To-lo-mo secara fonetis penyesuaian kata-katanya sama dengan Tarumanegara.
Maka berdasarkan sumber-sumber yang telah dijelaskan sebelumnya maka dapat diketahui beberapa aspek kehidupan tentang kerajaan Tarumanegara.Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berkembang antara tahun 400-600 M.

Berdasarkan ke tujuh prasati tersebut diketahui raja yang memerintah pada waktu itu adalah Purnawarman. Wilayah kekuasaan Purnawarman menurut prasasti Tugu, meliputi hampir seluruh Jawa Barat yang membentang dari Banten, Jakarta, Bogor dan Cirebon.

Raja - Raja Kerajaan Tarumanegara
  1. Raja Jayasingawarman 358-382 M
  2. Raja Dharmayawarman  382-395 M 
  3. Raja Purnawarman  395-434 M
  4. Raja Wisnuwarman  434-455 M
  5. Raja Indrawarman  455-515 M
  6. Raja Candrawarman  515-535 M
  7. Raja Suryawarman 535-561 M
  8. Raja Kertawarman  561-628 M
  9. Raja Sudhawarman  628-639 M
  10. Raja Hariwangsawarman  639-640 M
  11. Raja Nagajayawarman  640-666 M 
  12. Raja Linggawarman  666-669 M 

Masa Kejayaan Kerjaan Tarumanegara
 
Pada tahun 395-434 adalah tahun kejayaan dari Kerajaan Tarumanegara yang pada saat itu masa kekuasaan Raja Purnawarman yang merupakan raja ke tiga. Di saat masa kekuasaan Raja Purnawarman memperluas kerajaan Tarumanegara yang luasnya hampir setara dengan luasnya Jawa Barat saat ini.

Dari Prasasti Ciaruteun menjelaskan bahwa Raja Purnawarman adalah raja besar dengan penjelasan, "Ini (bekas) dua kaki, yang seperti kaki Dewa Wisnu ialah kaki Yang Mulia Sang Purnawarman, raja di negeri Taruma, raja yang gagah berani di dunia".

Pada masa kejayaannya ini, Tarumanegara mengalami perkembangan pesat. Selain dengan memperluas wilayah kerajaan melalui ekspansi ke kerajaan-kerajaan kecil di sekitar kekuasaannya, Raja Purnawarman juga membangun berbagai infrastruktur yang mendukung perekonomian kerajaan.

Contoh infrastruktur yang dibangun adalah sungai Gomati dan Candrabaga. Kedua sungai bukan hanya untuk mencegah terjadinya banjir saat musim hujan, tetapi juga berperan penting dalam pengairan lahan pertanian dan sawah yang dulu menjadi salah satu penggerak kehidupan ekonomi masyarakat Kerajaan Tarumanegara.

Masa kepemimpinan Raja Purnawarman dianggap sebagai masa kejayaan Kerajaan Tarumanegara karena Kerajaan Tarumanegara mampu berkurban 1000 ekor sapi untuk acara selamatan saat pembangunan ke dua sungai itu selesai.
 
Runtuhnya Kerajaan Tarumanegara

Runtuhnya kerajaan Tarumanegara tidak diketahui secara lengkap...
dikarenakan prasasti yang ditemukan sebagian hanya menyampaikan berita saat pemerintahan raja Purnawarman.
Sedangkan Kerajaan Tarumanegara sendiri mengalami dua belas pergantian raja.
Sedangkan raja terakhir dari kerajaan Tarumanegara adalah Raja Linggawarman yang berkuasa pada tahun 666-669, kemudian digantikan oleh menantunya yang bernama Tarusbawa.

Peninggalan Kerajaan Tarumanegara
Prasasti Ciareteun
Prasasti Jambu
Prasati Kebon Kopi
Prasasti Tugu
Prasasti Pasir Awi
Prasasti Cidanghiyang
Prasasti Muara Cianten

Demikianlah penjelasan dari artikel yang berjudul tentang Sejarah Kerajaan Tarumanegara Semoga dapat bermanfaat.

BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGHARGAI JASA-JASA PAHLAWANNYA.

0 Response to "Sejarah Lengkap Kerajaan Tarumanegara Beserta Peninggalanya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel