Featured Post

Sejarah Lengkap Kerajaan Mataram Kuno Beserta Peninggalanya

Sejarah Kerajaan Mataram Kuno Lengkap, Kehidupan Sosial, Politik dan Budaya, Nama Raja-raja Kerajaan Mataram Kuno Beserta Peninggalannya. ...

Sejarah Lengkap Kerajaan Sriwijawa Beserta Peniggalanya

Sejarah Kerajaan Sriwijaya Lengkap, Masa Kejayaan dan Masa Keruntuhan Beserta Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Assalamu'alaikum Wr. Wb...

Selamat Pagi, Selamat Siang, dan Selamat Malam buat kalian semua....
 
Kali ini kita akan membahas tentang Kerajaan Sriwijaya.

Kerajaan Sriwijaya atau juga disebut dengan sebutan Srivijaya, Sriwijaya adalah  kerajaan terkuat yang berasal dari pulau Sumatra, dan merupakan salah satu kerajaan besar di Nusantara atau Indonesia pada saat ini.

Kerajaan Sriwijaya terkenal karena kekuatan maritimnya, dengan kekuatan maritim tersebut membuat kerajaan Kerajaan Sriwijaya mampu menguasai pulau Jawa, Sumatera, Kamboja, Semenanjung Malaya Thailand Selatan dan Pesisir Kalimantan. Berkat kekuasaannya tersebut, Kerajaan Sriwijaya menjadi kerajaan yang sukses menguasai kegiatan perdagangan di wilayah Asia-Tenggara pada masa kejayaannya itu.

Oke untuk pembahasan lebih lanjut tentang sejarah kerajaan Kalingga mari kita bahas bersama Lets Go......

Sejarah Kerajaan Sriwijaya



Meskipun Sriwijaya yang merupakan kerajaan terbesar di Nusantara selain Majapahit, tetapi tidak banyak ditemukanya bukti fisik mengenai kerajaan Kerajaan Sriwijaya ini.

Kerajaan Sriwijaya diperkirakan berdiri pada permulaan abad ke 7 berdasarkan dari peninggalan I Tsing yang merupakan seorang pendeta Tiongkok menuliskan bahwa dirinya tinggal selama 6 bulan ketika mengunjungi Sriwijaya di tahun 671. Dan dapat dilihat dari Prasasti sejarah yang berasal dari Kerajaan Sriwijaya juga berada pada abad ke-7, di daerah Palembang yaitu prasasti Kedukan Bukit, di perkirakan besaral dari pada tahun 682.

Dari rasasti ini juga dinyatakan bahwa Sri Jayanasa telah melancarkan petualangan militer untuk menghukum Bumi Jawa yang tidak mau berbakti kepada Sriwijaya, peristiwa ini bersamaan dengan runtuhnya Kerajaan Kalingga atau disebut Holing di Jawa Tengah dan Tarumanagara di Jawa Barat yang kemungkinan besar akibat diserang Sriwijaya. 

Sriwijaya tumbuh dan sukses mengendalikan jalur perdagangan maritim di Selat Sunda, Selat Malaka, Laut Jawa, Laut China Selatan, dan Selat Karimata. Ekspansi kerajaan ini ke Semenanjung Malaya dan Jawa, menjadikan Sriwijaya mengontrol dua pusat perdagangan di Asia Tenggara. 

Berdasarkan penelitian, pernah ditemukannya reruntuhan candi-candi dari Kerajaan Sriwijaya di Wilayah Kamboja dan Thailand. Pelabuhan Cham di sebelah timur Indochina di abad ke-7, mulai mengalihkan banyak pedagang dari Sriwijaya. Untuk mencegah hal tersebut, Maharaja Dharmasetu melakukan beberapa serangan ke kota-kota pantai di Indochina.

Pada abad Ke 8, di tepi sungai Mekong yang berlokasi di Kota Indrapura merupakan kekuasaan Kerajaan Sriwijaya. Tidak hanya itu Sriwijaya juga melanjutkan dominasinya atas Kamboja, sampai pendiri imperium Khmer, raja Khmer Jayawarman II, di abad yang sama akhirnya memutuskan hubungan dengan Sriwijaya.

Berdasarkan catatan, wangsa Sailendra pada abad ke 8 bermigrasi ke Jawa Tengah dan berkuasa disana. Di abad ke 8 pula, di semenanjung Melayu Langkasuka menjadi bagian kerajaan Sriwijaya. Di masa berikutnya, Trambralinga dan Pan Pan, yang terletak di sebelah utara Langkasuka, juga berada di bawah pengaruh Kerajaan Sriwijaya. Di akhir abad ke-8 beberapa kerajaan di Jawa, antara lain Holing dan Tarumanegara berada di bawah kekuasaan Sriwijaya.

Pada tahun 792 yang berkuasa di kerajaan Sriwijaya adalah Samaratungga yang berkuasah setelah Dharmasetu. Samaratungga Berkuasa selama 43 tahun yang berkuasa pada tahun 792 sampai 835. Tidak seperti Dharmasetu yang gemar memperluas wilayah kerajaan, sedangkan Samaratungga tidak melakukan ekspansi militer, tetapi lebih memilih memperkuat pengaruh kekuasaan Sriwijaya di Jawa.  candi Borobudur yang terletak di Jawa Tengah adalah bangunan yang didirikan pada masa kekuasaan raja Samaratungga yang selesai pembangunannya pada tahun 825.

Derah Kekuasaan Krajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan maritim terbesar di Nusantara atau Indonesia hal ini didukung oleh lokasinya yang strategis yaitu di jalur perdagangan laut, dan memiliki angkatan laut yang kuat, dan juga daerahnya cocok sebagai tempat bersandarnya kapal-kapal para pedagang India dan Cina.

Di Sriwijaya para pedagang Cina dan India melakukan bongkar muat barang dagangan mereka. Karena hal itu, Sriwijaya semakin ramai dan berkembang menjadi pusat perdagangan. Sriwijaya mulai menguasai perdagangan nasional maupun internasional di kawasan perairan Asia Tenggara yang meliputi, Perairan di Laut Natuna, Selat Malaka, Selat Sunda, dan Laut Jawa berada di bawah kekuasaan Sriwijaya. Melalui armada angkatan laut yang kuat Sriwijaya mampu mengawasi perairan di Nusantara. Hal ini  juga sekaligus merupakan jaminan keamanan bagi para pedagang yang ingin berdagang dan berlayar di wilayah perairan Sriwijaya.

Daerah-daerah yang berhasil dikuasai antara lain sebagai berikut:
 
  1. Tulang-Bawang yang terletak di daerah Lampung.
  2. Daerah Kedah yang terletak di pantai barat Semenanjung Melayu. Daerah ini sangat penting artinya bagi usaha pengembangan perdagangan dengan India. Menurut I-tsing, penaklukan Sriwijaya atas Kedah berlangsung antara tahun 682-685 M.
  3. Pulau Bangka yang terletak di pertemuan jalan perdagangan internasional, merupakan daerah yang sangat penting. Daerah ini dapat dikuasai Sriwijaya pada tahun 686 M berdasarkan Prasasti Kota Kapur. Sriwijaya juga diceritakan berusaha menaklukkan Bhumi Java yang tidak setia kepada Sriwijaya. Bhumi Java yang dimaksud adalah Jawa, khususnya Jawa bagian barat.
  4. Daerah Jambi terletak di tepi Sungai Batanghari. Daerah ini memiliki kedudukan yang penting, terutama untuk memperlancar perdagangan di pantai timur Sumatra. Penaklukan ini dilaksanakan kira-kira tahun 686 M (Prasasti Karang Berahi).
  5. Tanah Genting Kra merupakan tanah genting bagian utara Semenanjung Melayu. Kedudukan Tanah Genting Kra sangat penting. Jarak antara pantai barat dan pantai timur di tanah genting sangat dekat, sehingga para pedagang dari Cina berlabuh dahulu di pantai timur dan membongkar barang dagangannya untuk diangkut dengan pedati ke pantai barat. Kemudian mereka berlayar ke India. Penguasaan Sriwijaya atas Tanah Genting Kra dapat diketahui dari Prasasti Ligor yang berangka tahun 775 M.
  6. Kerajaan Kalingga dan Mataram Kuno. Menurut berita Cina, diterangkan adanya serangan dari barat, sehingga mendesak Kerajaan Kalingga pindah ke sebelah timur. Diduga yang melakukan serangan adalah Sriwijaya. Sriwijaya ingin menguasai Jawa bagian tengah karena pantai utara Jawa bagian tengah juga merupakan jalur perdagangan yang penting.


Agama dan Budaya 

Sebagai pusat pengajaran Agama Buddha Vajrayana, Sriwijaya menarik banyak peziarah dan sarjana dari berbagai negara di Asia. Antara lain I Tsing seorang pendeta dari Tiongkok, yang melakukan ekspansi ke Sumatera dalam perjalanan belajarnya di Universitas Nalanda, India, pada tahun 671 dan 695, dan di abad ke-11, Atisha, seorang sarjana Buddha dari Benggala yang berperan dalam perkembangan Buddha Vajrayana di Tibet. 

I Tsing memberitahukan bahwa Sriwijaya sebagai rumah bagi sarjana Buddha sehingga menjadi sebuah pusat pembelajaran agama Buddha. Para turis yang datang ke pulau jawa menyatakan bahwa koin emas telah dipergunakan di daerah pesisir kerajaan. Selain itu ajaran Buddha Mahayana  dan Buddha Hinayana juga turut berkembang di Sriwijaya.

Budaya India banyak mempengaruhi Kerajaan Sriwijaya, diawali oleh budaya Hindu kemudian diikuti pula oleh agama Buddha. Raja-raja Sriwijaya berhasil menguasai kepulauan Melayu melalui perdagangan dan penaklukkan dari abad ke-7 hingga abad ke-9, sehingga secara langsung ikut serta mengembangkan kebudayaan Melayu beserta bahasanya di Nusantara.

Sangat memungkinkan bahwa Sriwijaya yang dikenal sebagai pusat bandar perdagangan di Asia Tenggara, tentunya sangat menarik minat dari para pedagang dan para ulama muslim dari wilayah Timur Tengah. Sehingga beberapa kerajaan yang awalnya merupakan bagian dari Sriwijaya, kemudian tumbuh berkembang menjadi cikal-bakal kerajaan-kerajaan Islam di Sumatera kelak, disaat melemahnya kekuasaan Sriwijaya.

Ada sumber yang menyatakan, karena adanya pengaruh orang muslim Arab yang banyak berkunjung di Sriwijaya, maka pada tahun 718 Sri Indrawarman raja Sriwijaya memeluk Islam. Sehingga sangat memungkinkan kehidupan sosial Sriwijaya ialah masyarakat sosial yang di dalamnya ada masyarakat Muslim dan Budha sekaligus.

Tercatat beberapa kali raja Sriwijaya mengirimkan surat ke khalifah Islam di Suriah. Pada salah satu teks berisi permintaan agar khalifah sudi mengirimkan da’i ke istana Sriwijaya, surat itu ditujukan kepada khalifah Umar bin Abdul Aziz (717-720M). 

Perdagangan 

Tidak ada yang bisa meragukan nama kerajaan Sriwijaya rasanya jika membahas mengenai perdagangan, di mana kerajaan ini memang menjadi penguasa yang bisa mengendalikan jalur perdagangan diantara India dan Tiongkok. Penguasaan ini dilakukan oleh kerajaan Sriwijaya lewat Selat Malaka dan Selat Sunda.

Beberapa komoditi yang dikuasai oleh kerajaan Sriwijaya diantaranya ialah kapur barus, kayu gaharu, pala, cengkeh, timah, gading, kapulaga bahkan hingga emas sekalipun. Karena komoditinya yang seperti tidak terbatas ini, nama dan kekayaan Raja Sriwijaya cukup terkenal sebagai raja yang kaya, sama seperti raja-raja yang berasal dari India.

Kekayaan ini jugalah yang membuat Raja Sriwijaya seperti bisa membeli kekayaan dari para vassal-vassalnya, bukan hanya untuk daerah-daerah yang ada di sekitar kerajaan Sriwijaya saja, namun juga untuk seluruh kawasan Asia Tenggara. Kekayaan yang dimiliki oleh kerajaan Sriwijaya semakin bertambah karena mereka bisa mengambil keuntungan yang cukup besar dari terjadinya runtuhan Dinasti Tang dan naiknya Dinasti Song di paruh pertama abad 10.

Kehidupan Politik Kerajaan Sriwijaya 

Kerajaan Sriwijaya menjalin hubungan baik dengan kerajaan-kerajaan di luar wilayah Indonesia, terutama dengan kerajaan-kerajaan yang berada di India, seperti Kerajaan Pala/Nalanda di Benggala. Raja Nalanda, Dewapala Dewa menghadiahi sebidang tanah untuk pembuatan asrama bagi pelajar dari nusantara yang ingin menjadi ‘dharma’ yang dibiayai oleh Balaputradewa.

Kehidupan Sosial Kerajaan Sriwijaya Karena letaknya yang strategis, perkembangan perdagangan internasional di Sriwijaya sangat baik. Dengan banyaknya pedagang yang singgah di Sriwijaya memungkinkan masyarakatnya berkomunikasi dengan mereka, sehingga dapat mengembangkan kemampuan berkomunikasi masyarakat Sriwijaya. Kemungkinan bahasa Melayu Kuno telah digunakan sebagai bahasa pengantar terutama dengan para pedagang dari Jawa Barat, Bangka, Jambi dan Semenanjung Malaysia.Perdagangan internasional ini juga membuat kecenderungan masyarakat menjadi terbuka akan berbagai pengaruh dan budaya asing, salah satunya India. Budaya India yang masuk berupa penggunaan nama-nama khas India, adat istiadat, dan juga agama Hindu-Buddha. I-tsing menerangkan bahwa banyak pendeta yang datang ke Sriwijaya untuk belajar bahasa Sanskerta dan menyalin kitab kitab suci agama Buddha. Guru besar yang sangat terkenal di massa itu adalah Sakyakirti yang mengarang buku Hastadandasastra. 

Masa Kejayaan Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan maritim merupakan ciri Kerajaan Sriwijaya, mengandalkan kekuasaannya pada kekuatan armada lautnya dalam langkah menguasai alur pelayaran, jalur perdagangan, dan membangun beberapa kawasan strategis sebagai pangkalan armadanya dalam melindungi kapal-kapal dagang, mengawasi, mengambil cukai serta menjaga wilayah kekuasaan dan kedaulatannya.

Sejarah dan bukti arkeologi mencatat bahwa, pada abad ke 9 Kerajaan Sriwijaya telah melakukan Perebutan kekuasaan di hampir seluruh kerajaan-kerajaan wilayah Asia Tenggara, antara lain: Jawa, Sumatera, Semenanjung Malaya, Kamboja, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Atas Penaklukannya Selat Sunda dan Selat Malaka, menjadikan Sriwijaya sebagai penguasa dalam jalur perdagangan rempah-rempah dan perdagangan lokal yang mengambil upah dari biaya atas setiap kapal yang lewat. Kerajaan Sriwijaya mengumpulkan kekayaannya sebagai gudang perdagangan dan pelabuhan yang melayani pasar India dan Tiongkok.

Sriwijaya juga disebut ikut berperan dalam menghancurkan kerajaan Medang di tanah Jawa, dalam prasasti Pucangan dijelaskan sebuah peristiwa Mahapralaya adalah peristiwa  dimana hancurnya istana Medang di tanah Jawa Timur, di mana Haji Wurawari asal Lwaram yang dimungkinkan merupakan raja bawahan Sriwijaya, pada tahun 1006 atau 1016 menyerang yang menyebabkan terbunuhnya Dharmawangsa Teguh raja Medang terakhir.

Raja - raja yang Berkuasa di Kerajaan Sriwijaya

Raja-raja yang pernah berkuasa di kerajaan sriwijaya di ketahui sebagai berikut:

  • Raja Daputra Hyang
  • Raja Dharmasetu
  • Raja Balaputradewa
  • Raja Sri Sudamaniwarmadewa
  • Raja Sanggrama Wijayattunggawarman
  • Dapunta Hyang Sri Jayanasa
  • Sri Indravarman
  • Rudra Vikraman
  • Maharaja Wisnu Dharmmatunggadewa
  • Dharanindra Sang gramadhananjaya
  • Samaratungga
  • Samaragrawira
  • Balaputradewa
  • Sri Udayadityavarman Se-li-hou-ta-hia-li-tan
  • Sri Cudamanivarmadeva Se-li-chu-la-wu-ni-fu-ma-tian-hwa
  • Sri MaravijayottunggaS e-li-ma-la-pi
  • Hie-tche (Haji)
  • Sumatrabhumi
  • Sangramavijayottungga
  • Rajendra Dewa KulottunggaTi-hua-ka-lo
  • Rajendra II
  • Rajendra III
  • Srimat Tribhuwanaraja Mauli Warmadewa
  • Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa
  • Srimat Sri Udayadityawarma Pratapaparakrama Rajendra Maulimali Warmadewa.

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

- Prsasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
  • Prasasti Kedukan Bukit
  • Prasasti Karang Berahi
  • Prasasti Talang ibo
  • Prasasti Palas Pasemah
  • Prasasti Telaga Batu
  • Prasasti Kota Kapur
  • Prasasti Leiden
  • Prasasti Talang Tuwo
  • Prasasti Hujung Langit
  • Prasasti Ligor
- Candi Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

  • Candi Muara Takus
  • Candi Muaro Jambi
  • Candi Biaro Bahal
  • Candi Kota Kapur
  • Gapura Sriwijaya

Demikianlah penjelasan dari artikel yang berjudul tentang Sejarah Kerajaan Kutai Semoga dapat bermanfaat.

BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGHARGAI JASA-JASA PAHLAWANNYA.

0 Response to "Sejarah Lengkap Kerajaan Sriwijawa Beserta Peniggalanya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel