Featured Post

Sejarah Lengkap Kerajaan Mataram Kuno Beserta Peninggalanya

Sejarah Kerajaan Mataram Kuno Lengkap, Kehidupan Sosial, Politik dan Budaya, Nama Raja-raja Kerajaan Mataram Kuno Beserta Peninggalannya. ...

Sejarah Lengkap Kerajaan Melayu Beserta Peninggalannya

  
Assalamu'alaikum Wr. Wb...

Selamat Pagi, Selamat Siang, dan Selamat Malam buat kalian semua....

Kali ini kita akan membahas tentang sejarah kerajaan Melayu, Kerajaan Melayu adalah Kerajaan yang berada di daerah Sumatra. Menurut para pakar arkeologi dan sejarah kerajaan mengatakan bahwa Kerajaan Melayu ini lebih tua dari kerajaan Sriwijaya yang diperkirakan telah berkuasa pada awal abad ke 7 masehi.

Dari bukti dan keterangan dapat disimpulkan dari peninggalan berupa prasasti dan berita dari cina, keberadaan Kerajaan Melayu yang mengalami naik turun ini diketahui memiliki pusat kerajaan di daerah Jambi, dan Keberadaan Kerajaan Melayu ini dimulai pada abad ke 7 masehi.

Oke untuk pembahasan lebih lanjut tentang sejarah kerajaan Melayu mari kita bahas bersama Lets Go......


Namun perlu di akui bahwa Kerajaan Melayu ini masih sulit untuk di teliti karena terbatasnya sumber sejarah dan peninggalan prasasti yang masih sedikit yang telah di temukan.

Salah satu berita mengenai Kerajaan Melayu yang telah di ketahui adalah berita dari dinasti Tsang dari cina yang menulis tentang utusan yang berasal dari Mo-Lo-Yeu yang di perkirakan pada tahun 644-645. Tidak dapat di pungkiri jika melihat dari berbagai Prasasti yang telah ditemukan Kerajaan Melayu dan Sriwijaya adalah kerajaan Maritim yang sama-sama menjalankan aktivitasnya sebagai pedagang di wilayah Nusantara yang sekarang ini kita kenal dengan Indonesia.

Awal keberadaan sejarah Kerajaan Melayu ini di mulai dari dua buah buku karya Pendeta I Tsing atau I Ching (義淨; pinyin Yì Jìng) (634-713) yang berkaitan tentang kerajaan Melayu, yang termasyhur yaitu Nan-hai Chi-kuei Nei-fa Chuan yang berarti "Catatan Ajaran Buddha yang dikirimkan dari Laut Selatan" serta Ta-T’ang Hsi-yu Ch’iu-fa Kao-seng Chuan yang memiliki arti "Catatan Pendeta-pendeta yang menuntut ilmu di India zaman Dinasti Tang" dalam pelayarannya dari Cina ke India tahun 671, singgah di Sriwijaya enam bulan lamanya untuk mempelajari Sabdawidya, dan menerjemahkan naskah-naskah Buddha dari bahasa Sanskerta ke bahasa Tionghoa.

Kisah pelayaran I-tsing dari Kanton tahun 671 diceritakannya sendiri, dengan terjemahan sebagai berikut:

“Ketika angin timur laut mulai bertiup, kami berlayar meninggalkan Kanton menuju selatan .... Setelah lebih kurang dua puluh hari berlayar, kami sampai di negeri Sriwijaya. Di sana saya berdiam selama enam bulan untuk belajar Sabdawidya. Sri Baginda sangat baik kepada saya. Dia menolong mengirimkan saya ke negeri Malayu, di mana saya singgah selama dua bulan. Kemudian saya kembali meneruskan pelayaran ke Kedah .... Berlayar dari Kedah menuju utara lebih dari sepuluh hari, kami sampai di Kepulauan Orang Telanjang (Nikobar) .... Dari sini berlayar ke arah barat laut selama setengah bulan, lalu kami sampai di Tamralipti yang di sebut pantai timur India”

Perjalanan pulang dari India tahun 685 diceritakan oleh I-tsing sebagai berikut:

“Tamralipti adalah tempat kami naik kapal jika akan kembali ke Cina. Berlayar dari sini menuju tenggara, dalam dua bulan kami sampai di Kedah. Tempat ini sekarang menjadi kepunyaan Sriwijaya. Saat kapal tiba adalah bulan pertama atau kedua .... Kami tinggal di Kedah sampai musim dingin, lalu naik kapal ke arah selatan. Setelah kira-kira sebulan, kami sampai di negeri Malayu, yang sekarang menjadi bagian Sriwijaya. Kapal-kapal umumnya juga tiba pada bulan pertama atau kedua. Kapal-kapal itu senantiasa tinggal di Malayu sampai pertengahan musim panas, lalu mereka berlayar ke arah utara, dan mencapai Kanton dalam waktu sebulan.”

Menurut catatan I Tsing, Sriwijaya menganut agama Buddha aliran Hinayana, kecuali Ma-la-yu. Tidak disebutkan dengan jelas agama apa yang dianut oleh kerajaan Melayu tersebut. Berita lain mengenai kerajaan Melayu berasal dari T'ang-Hui-Yao yang disusun oleh Wang p'u pada tahun 961, kerajaan Melayu mengirimkan utusan ke Cina pada tahun 645 untuk pertama kalinya, namun setelah munculnya Sriwijaya sekitar 670, kerajaan Melayu tidak ada lagi mengirimkan utusan ke Cina.
 

Lokasi Kerajaan Melayu

Dari uraian I-tsing diatas sudah jelas sekali bahwa Kerajaan Melayu berlokasi di tengah pelayaran antara Sriwijaya dan Kedah. Jadi Sriwijaya terletak di selatan atau tenggara Melayu. Hampir semua ahli sejarah sepakat bahwa negeri atau kerajaan Melayu berlokasi di hulu sungai Batang Hari, sebab pada alas arca Amoghapasa yang ditemukan di Padangroco terdapat prasasti bertarikh 1208 Saka (1286) yang menyebutkan bahwa arca itu merupakan hadiah raja Kertanagara (Singhasari) kepada raja Melayu.

Prof. Slamet Muljana adalah seorang sejarawan dari Indonesia berpendapat, istilah Malayu berasal dari kata Malaya yang dalam bahasa Sanskerta bermakna “bukit”. Nama sebuah kerajaan biasanya merujuk pada nama ibu kotanya. Oleh karena itu, ia tidak setuju apabila istana Malayu terletak di Kota Jambi, karena daerah itu merupakan dataran rendah. Menurutnya, pelabuhan Malayu memang terletak di Kota Jambi, tetapi istananya terletak di pedalaman yang tanahnya agak tinggi. Dan menurut prasasti Tanjore yang dikeluarkan oleh Rajendra Chola I bertarikh 1030, menyebutkan bahwa ibu kota kerajaan Malayu dilindungi oleh benteng-benteng, dan terletak di atas bukit.

Dari keterangan Abu Raihan Muhammad ibn Ahmad Al-Biruni, ahli geografi Persia, yang pernah mengunjungi Asia Tenggara tahun 1030 dan menulis catatan perjalanannya dalam Tahqiq ma li l-Hind (Fakta-fakta di Hindia) yang menyatakan bahwa ia mengunjungi suatu negeri yang terletak pada garis khatulistiwa pulau penghasil emas atau Golden Khersonese yakni pulau Sumatera.

Agama Kerajaan Melayu

Pada awalnya penduduk Kerajaan Melayu memeluk agama budha Hinayana, lalu kemudian berubah memeluk agama budha Mahayana. Hal ini karena kegiatan dari seorang guru besar yang bernama Dharmapala yang datang dari India. Ia mula-mula mengajar di Nalanda kemudian pergi ke Swarnadwipa.

Pemerintahan

Kerajaan Melayu adalah kerajaan besar yang Berlokasi di pulau Sumatera yang diperkirakan pada abad ke 7 masehi. Dari ekspedisi pamalayu yang dikirimkan oleh Kertanegara dapat diketahui bahwa di kerajaan Melayu memerintah seorang raja yang bernama Mauliwarmadewa. Setelah itu, dari prasasti-prasasti yang dijumpai di Minangkabau, dapat diketahui pula bahwa pada abad ke 14 masehi, memerintah seorang raja yang bernama Adityawarman.

Adityawarman adalah anak dari Adwayawarman. Sebenarnya ia adalah keturunan raja Majapahit. Segera setelah Adityawarman menjadi raja, ia mulai menyusun kembali kerajaan peninggalan raja Mauli Warmadewa. Ia mulai meluaskan daerah kekuasaannya sampai ke Pagarruyung. Usaha ini dilakukannya pada tahun 1347. Setelah usahanya berhasil ia mengangkat dirinya sebagai maharaja diraja. Gelar yang dipakainya ialah Udayadityawarman atau Adityawarmadaya Pratapa Parakrmarajendra mauliwarmadewa.

Dari prasasti yang dikeluarkan oleh Adityawarman dapat diketahui bahwa ia adalah penganut agama Budha Tantrayana. Adityawarman digantikan oleh anaknya yang bernama Anangawarman. 

Raja-raja Kerajaan Melayu

Dibawah ini adalah nama-nama raja yang telah di ketahui dari peninggalan-peninggalan kerajaan Melayu:

Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa yang diperkirakan berkuasa sekitar tahun 1183. Yang diketahui dari rasasti Grahi tahun 1183 di selatan Thailand, perintah kepada bupati Grahi yang bernama Mahasenapati Galanai supaya membuat arca Buddha seberat 1 bhara 2 tula dengan nilai emas 10 tamlin di ibukota Dharmasraya. Srimat Tribhuwanaraja Mauli Warmadewayang yang diperkirakan berkuasa sekitar tahun 1286. Yang diketahui dari prasasti Padang Roco tahun 1286 di Siguntur, pengiriman Arca Amonghapasa sebagai hadiah Raja Singhasari kepada Raja Dharmasraya di ibukota Dharmasraya.

Akarendrawarman yang diperkirakan berkuasa sekitar tahun 1300. Yang diketahui dari prasasti Suruaso di ibukota dharmasraya atau Suruaso.

Srimat Sri Udayadityawarman Pratapaparakrama Rajendra Maulimali Warmadewa yang diperkirakan berkuasa sekitar tahun 1347. Yang diketahui dari Arca Amoghapasa di ibukota Suruaso atau Pagarruyung.

Ananggawarman yang diperkirakan berkuasa sekitar tahun 1375. Yang diketahui Prasasti Pagaruyung di ibukota Pagaruyung.

Peninggalan Kerajaan Melayu

dibawah ini adalah beberapa bentuk peninggalan yang  merupakan peninggalan dari kerajaan Melayu, beberapa prasasti yang membuktikan adanya kerajaan ini adalah sebagai berikut :

  •     Prasasti Padang Roco
  •     Prasasti Amoghapasa
  •     Prasasti Masjusri
  •     Prasasti Kedukan Bukit
  •     Kitab Negara Kertagama dan Pararaton

Demikianlah pembahasan dari artikel yang berjudul tentang  Sejarah Lengkap Kerajaan Melayu Beserta Peninggalannya Semoga dapat bermanfaat.

BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGHARGAI JASA-JASA PAHLAWANNYA.

0 Response to "Sejarah Lengkap Kerajaan Melayu Beserta Peninggalannya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel