Featured Post

Sejarah Lengkap Kerajaan Mataram Kuno Beserta Peninggalanya

Sejarah Kerajaan Mataram Kuno Lengkap, Kehidupan Sosial, Politik dan Budaya, Nama Raja-raja Kerajaan Mataram Kuno Beserta Peninggalannya. ...

Sejarah Lengkap Kerajaan Kalingga Beserta Peninggalannya

Sejarah Kerajaan Kalingga (Ho-ling) Lengkap, Masa Kejayaan dan Masa Keruntuhan Beserta Peninggalan Kerajaan Kalingga

Assalamu'alaikum Wr. Wb...

Selamat Pagi, Selamat Siang, dan Selamat Malam buat kalian semua....

Kali ini kita akan membahas tentang Kerajaan Kalingga, Kerajaan Kalingga disebut dengan sebutan Ho - ling dari sumber Tiongkok.

Oke untuk pembahasan lebih lanjut tentang sejarah kerajaan Kalingga mari kita bahas bersama.
Lets Go......

Sejarah Kerajaan Kalingga
 

Kerajaan Kalingga atau dalam sumber Tiongkok memiliki sebutan Ho-ling adalah Kerajaan Hindu - budha yang nomor 3 di indonesia. Kerajaan Kalingga diperkirakan telah berdiri pada abad ke-6 Masehi dan keberadaannya diketahui dari sumber-sumber China atau Tiongkok. Kerajaan ini pernah diperintah oleh Ratu Shima, yang dikenal dengan peraturanya barang siapa yang mencuri, akan dipotong tangannya. Pengaruh kerajaan kalingga sangatlah luas bahkan sampai di daerah selatan Jawa Tengah, terbukti dengan diketemukannya prasasti Upit.

Prasasti Upit atau Yupit sekarang disimpan di kantor purbakala Jateng di Prambanan.


Sumber Sejarah

Kisah Lokal

Terdapat suatu kisah yang berkembang di wilayah Jawa Tengah utara mengenai seorang Maharani legendaris yang menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kebenaran dengan keras tanpa pandang bulu. Kisah legenda ini menceritakan tentang Ratu Shima yang mendidik rakyatnya agar selalu berlaku jujur dan menindak keras kejahatan pencurian. Ia menerapkan hukuman yang sangat keras yaitu pemotongan tangan bagi siapa saja yang mencuri.

Pada suatu ketika ada seorang raja dari seberang lautan mendengar mengenai kemashuran rakyat Kerajaan Kalingga yang terkenal jujur dan taat hukum. Untuk mengujinya raja itu  meletakkan sekantung uang emas di persimpangan jalan dekat pasar. Tak ada sorang pun rakyat Kalingga yang berani menyentuh apalagi mengambil barang yang bukan miliknya.

Hingga tiga tahun kemudian kantung itu disentuh oleh putra mahkota ratu shima dengan kakinya. Ratu Shima demi menjunjung hukum di kerajaannya ia menjatuhkan hukuman mati kepada putranya. Dewan menteri memohon agar Ratu mengampuni kesalahan putranya. Karena kaki sang pangeranlah yang menyentuh barang yang bukan miliknya, maka sang pangeran dijatuhi hukuman dipotong kakinya.

Cerita Parahyangan

Berdasarkan naskah Carita Parahyangan yang berasal dari abad ke-16, putri Maharani Shima, Parwati, menikah dengan putera mahkota Kerajaan Galuh yang bernama Mandiminyak, yang kemudian menjadi raja kedua dari Kerajaan Galuh. Maharani Shima mempunyai cucu yang bernama Sanaha yang menikah dengan raja ketiga dari Kerajaan Galuh, yaitu Raja Brantasenawa. Sanaha dan Bratasenawa mempunyai anak yang bernama Sanjaya yang kelak menjadi raja Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh (723-732 M).

pada tahun 732 masehi Ratu Maharani Shima meninggal, kemudian Ratu Sanjaya menggantikan buyutnya dan menjadi raja Kerajaan Kalingga Utara yang kemudian disebut Bumi Mataram, dan kemudian mendirikan Dinasti

Berita Tiongkok

Dalam berita Cina atau Tiongkok Kerajaan Kalingga Disebut Kerajaan Ho-ling Berita keberadaannya dapat diperoleh dari berita yang berasal dari zaman Dinasti Tang dan catatan I-Tsing.

Catatan Dari Zaman Dinasti Tang

Pada tahun 618 M - 906 M memberikan keterangan tentang kerajaan Ho-ling sebagai berikut.

  • Ho-ling atau disebut Jawa terletak di Lautan Selatan. Di sebelah utaranya terletak Ta Hen La (Kamboja), di sebelah timurnya terletak Po-Li (Pulau Bali) dan di sebelah barat terletak Pulau Sumatera..
  • Ibukota Ho-ling dikelilingi oleh tembok yang terbuat dari tonggak kayu.
  • Raja tinggal di suatu bangunan besar bertingkat, beratap daun palem, dan singgasananya terbuat dari gading.  
  • Penduduk Kerajaan Ho-ling sudah pandai membuat minuman keras dari bunga kelapa.
  • Daerah Ho-ling menghasilkan kulit penyu, emas, perak, cula badak dan gading gajah.
Catatan dari berita Cina ini juga menyebutkan bahwa sejak tahun 674, rakyat Ho-ling diperintah oleh Ratu Hsi-mo atau yang disebut ratu Shima. Ia adalah seorang ratu yang sangat adil dan bijaksana. Pada masa pemerintahannya Kerajaan Ho-ling sangat aman dan tentram.

Catatan I-Tsing

Pada Tahun tahun 664/665 masehi catatan I-Tsing menyebutkan bahwa pada abad ke-7 tanah Jawa telah menjadi salah satu pusat pengetahuan agama Buddha Hinayana. Di Ho-ling ada pendeta Cina bernama Hwining, yang menerjemahkan salah satu kitab agama Buddha ke dalam Bahasa Tionghoa. Ia bekerjasama dengan pendeta Jawa bernama Janabadra. Kitab terjemahan itu antara lain memuat cerita tentang Nirwana, tetapi cerita ini berbeda dengan cerita Nirwana dalam agama Buddha Hinayana.

Keadaan Sosial dan Ekonomi Kerajaan Kalingga

Penduduk Kerajaan Kalingga sebagian besar adalah petani, dikarenakan Kerajaan Kalingga memiliki tanah yang subur untuk pertanian. dalam bidang perekonomian jelas banyak penduduk yang melakukan perdagangan apalagi disebutkan ada hubungan dengan Cina.

Di Puncak Rahtawu atau Gunung Muria yang berlokasi dekat dengan Kecamatan Keling, Jepara di sana terdapat empat arca batu, yaitu arca Batara Guru, Narada, Togog, dan Wisnu. Sampai sekarang belum ada yang bisa memastikan bagaimana mengangkut arca tersebut ke puncak itu mengingat medan yang begitu berat. Pada tahun 1990, di seputar puncak tersebut, Prof Gunadi dan empat orang tenaga stafnya dari Balai Arkeologi Nasional Yogyakarta yang sekarang menjadi Balai Arkeologi Yogyakarta menemukan Prasasti Rahtawun. Selain empat arca, di kawasan itu ada pula enam tempat pemujaan yang letaknya tersebar dari arah bawah hingga menjelang puncak. Masing-masing diberi nama pewayangan Bambang Sakri, Abiyoso, Jonggring Saloko, Sekutrem, Pandu Dewonoto, dan Kamunoyoso.

Pemerintahan dan Kehidupan Masyarakat

Berdasarkan berita Tiongkok disebutkan adanya raja atau Ratu Shima, yang memerintah pada tahun 674 masehi. Beliau terkenal sebagai raja yang tegas, jujur dan bijaksana. Hukum dilaksanakan dengan tegas, hal ini terbukti pada saat raja Tache ingin menguji kejujuran rakyat Kalingga. Diletakkanlah suatu pundi-pundi yang berisi uang dinar di suatu jalan. Sampai tiga tahun lamanya tidak ada yang berani menyentuh apalagi mengambilnya.

Runtuhnya Kerajaan Kalingga

Kerajaan kalingga mencapai puncak kejayaan pada masa kepemimpinan Ratu Shima yang terkenal akan sosok wanita bijaksana dan penuh ketegasan dalam memerintah kerajaan holing. Tak heran jika pada masa tersebut beliau mampu mengantarkan kalingga pada masa keemasannya. Peluasan wilayah serta kemakmuran rakyat di daerah kekuasaan kalingga menjadi salah satu bukti kebesaran Ratu Shima. Selian kesejahteraan masyarakat terdapat pula peninggalan-peninggalan sejarah berupa bangunan candi dan prasasti yang semakin mendukung pendapat bahwa holing sangat berjaya pada masa kepemimpinan Ratu Shima. Namun roda tetap berputar, sebagaimana kehidupan manusia pada umumnya Ratu Shima meninggal sekitar tahun 732 dan digantikan oleh keturunannya. Mulai dari sini sebenarnya telah nampak runtuhnya kerajaan kalingga secara perlahan.

Di sisi lain munculnya kerajaan Sriwijaya dari pulau seberang yang terkenal kuat baik dalam hubungannya dengan kerajaan luar maupun dalam segi militer. Sebagaimana isi dari prasasti kota kapur bahwa maharaja pada saat itu menghendaki penyerangan terhadap bumi jawa. Dari serangan tersebut diketahui bahwa kerajaan kalingga dapat dikalahkan dan menjadi taklukan kerajaan sriwijaya.
Berdarasarkan urain di atas dapat kita simpulkan bahwa penyebab utama runtuhnya kerajaan kalingga adalah serangan dari kerajaan sriwijaya.

Peninggalan kerajaan Kalingga
  • Prasasti Tukmas
  • Prasasti Sojomerto
  • Candi Angin
  • Candi Bubrah Jepara

Demikianlah penjelasan dari artikel yang berjudul tentang Sejarah Kerajaan Tarumanegara Semoga dapat bermanfaat.

BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGHARGAI JASA-JASA PAHLAWANNYA.

0 Response to "Sejarah Lengkap Kerajaan Kalingga Beserta Peninggalannya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel