Featured Post

Sejarah Lengkap Kerajaan Mataram Kuno Beserta Peninggalanya

Sejarah Kerajaan Mataram Kuno Lengkap, Kehidupan Sosial, Politik dan Budaya, Nama Raja-raja Kerajaan Mataram Kuno Beserta Peninggalannya. ...

11 Prasasti Peninggalan Kerajaan Matram Kuno Yang Wajib Kamu Ketahui Halaman 2

7. Prasasti Shankara
Prasasti Shankara
Prasasti Shankara ini adalah prasasti peninggalan dari kerajaan Mataram Kuno yang  diperkirakan berasal dari abad ke 8 yang ditemukan pertama kali di Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Sekarang ini keberadaan prasasti Shankara ini sudah tidak diketahui lagi di karenakan prasasti Shankara ini telah hilang. Sedangkan dahulu prasasti Shankara ini perna di simpan di museum Adam Malik akan tetapi museum Adam Malik ini mengalami kebangkrutan pada tahun 2005 atau mungkin 2006 dan pada saat mengalami kebangkrutan itulah Museum Adam Malik menjual prasasti Shankara ini begitu sajah.

Prasasti Shankara ini memiliki isi yang menceritakan seorang tokoh yang bernama Raja Shankara yang berpindah agama dikarenakan agama siwa yang dianut oleh dirinya termasuk agamah yang ditakuti oleh banyak orang. Raja Shankara sendiri kemudian berpindah agama ke agama budha dikarenakan agama budha tersebut disebutkan bahwa agama budha adalah agama yang welas asih.

Selain itu dalam Prasasti Shanka juga disebutkan bahwa ayah dari sang raja Shankara wafat dikarenakan sakit selama kurang lebih 8 hari, karena itulah raja Shankara yang takut ajaran sang guru yang tidak benar raja Shankara memutuskan untuk meninggalkan agama siwa yang kemudian raja Shankara beralih menjadi pemeluk agama budha Mahayana.

Setelah itu raja Shankara memindahkan pusat dari kerajaannya bergeser ke arah timur. Pada buku sejarah nasional Indonesia memberikan informasi yang menyatakan bahwa nama raja Shankara disamakan Rangkai Panangkaran,  sedangkan nama ayah dari raja Shankara yang namanya tidak di sebutkan diamakan dengan raja Senjaya.

8. Prasasti Ngadoman

Prasasti Ngadoman
Prasasti Ngadoman adalah Prasasti peninggalan dari kerajaan Mataram Kuno yang telah ditemukan di desa Ngadoman, yang berlokasi di dekat Salatiga di Provinsi Jawa Tengah. Prasasti Ngadoman ini sangatlah penting dikarenakan berkemungkinan menjadi perantara antara Aksara Kawi dengan Aksara Budha.

Berikit ini adalah isi dari Prasasti Ngadoman.



yang memiliki arti sebagai berikut :



9. Prasasti Plumpungan
Prasasti Plumpungan
Prasasti Plumpungan atau juga di sebut dengan prasasti Hampran adalah prasasti prasasti yang ditulis atau di ukir diatas batu andesit yang berukuran cukup besar dengan ukuran panjang 170 cm dan lebar 160 cm dengan garis lingkar sekitar 5 meter. Prasasti Plumpungan ini pertamakali di temukan berada di Dukuh Plumpungan, Desa Kauman kidul, Kecamatan Sidorejo. Prasasti Plumpungan ini 750 masehi dan Prasasti Plumpungan ini dipercaya asal mula kota Salatiga yaitu sebuah kota yang berada di wilayah Jawa Tengah.

Prasasti Plumpungan ini ditulis atau dipahat dalam dua bahasaya yaitu bahasa Jawa Kuno dan Bahasa Sanskerta. Tulisan atau pahatan di tatah dalam petak persegi empat bergaris ganda yang mejorok atau menganjur kedalam dan keluar pada setiap sudutnya.

Berdasarkan sejarah, Prasasti Plumpungan berisi tentang penetapan hukum yaitu suatu ketetapan status tanah perdikan bagi desa Hampra. Berdasarkan pernyataan pakar sejarah yang menyatakan bahwa penulisan pada prasasti plumpungan dilakukan oleh seorang citralekha/penulis dan juga pendeta/resi. Raja Bhanu yang disebut didalam prasasti Plumpungan tersebut adalah seorang raja yang besar pada zaman kekuasaannya, dimana raja tersebut banyak memperhatikan nasib serta kesejahteraan para rakyatnya.

Berikut ini adalah Isi dari prasasti Plumpungan beserta Terjemahaanya:
10. Prasasti Kayumwungan
Prasasti Kayumwungan
Prasasti Kayumwungan prasasti yang berada pada lima buah penggalan batu yang ditemukan  berada di dusun Karang Tengah, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah. Sehingga Prasasti Kayuwungan ini lebih dikenal dengan nama Prasasti Karangtengah. Prasasti Kayumwungan ini ditulis dengan aksara Jawa Kuno yang menggunakan dua bahasa yaitu bahasa sanskerta dan bahasa jawa kuno, baris 1-24 menggunakan bahasa sanskerta kemudian dilanjutkan menggunakan bahasa jawa kuno dan masing-masing bahasa menunjukkan pada angka 746 saka atau 824 masehi.

Prasasti Kayumwungan ini berisi tentang  seorang raja yang bernama Samaratungga dan anaknya yang bernama pramodhawardhani mendirikan bangunan suci di nalaya dan juga bangunan bernama Wenuwana yang memiliki arti hutan bambu. Wenuwena dibuat dengan tujuan sebagai tempat untuk menempatkan abu kremasi raja mega (Sebutan Dewa Indra).

11. Prasasti Siwagrha
Prasasti Siwagrha
Yang terakhir atau Prasasti yang ke 11 adalah Prasasti Siwagrha yang merupakan prasasti yang berasal dari daerah Medang, Provinsi Jawa Tengah. Prasasti Siwagrha di buat pada masa kekuasaan Rakai Kayuwangi yang berkuasa setelah masa kekuasaan Rakai Pikatan. Prasasti ini memberikan informasi tentang beberapa candi agung yang dipersembahkan kepada siwa yang di sebut dalam bahasa sanskerta Shivagrha yang memiliki arti ruma siwa. dimana ciri dari beberapa candi tersebut cocok dengan kelompok dandi Perambanan. Prasasti Siwagrha ini disimpan di Museum Nasional Indonesi yang berlokasi di Jakarta sampai saat ini.


Demikian Informasi tentang 11 Prasasti Peninggalan Kerajaan Matram Kuno Yang Wajib Kamu Ketahui, Semoga dapat bermanfaat.

BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGHARGAI JASA-JASA PAHLAWANNYA.

0 Response to "11 Prasasti Peninggalan Kerajaan Matram Kuno Yang Wajib Kamu Ketahui Halaman 2"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel